Jum'at, 24/01/2025 14:51 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 24 Januari menyimpan berbagai peristiwa bersejarah yang menjadi saksi perjuangan dan perubahan di Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga peristiwa budaya dan kelahiran tokoh penting. Berikut adalah catatan peristiwa yang menandai hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.
1905: Gugurnya Sultan Muhammad Seman, Akhir Perlawanan Perang BanjarPada 24 Januari 1905, Sultan Muhammad Seman, putra Pangeran Antasari, gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Benteng Baras Kuning. Peristiwa heroik ini menandai berakhirnya perlawanan rakyat dalam Perang Banjar, yang berlangsung di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sultan Muhammad Seman dikenal sebagai figur pemersatu dengan darah Dayak dari ibunya, Nyai Fatimah. Gugurnya sang Sultan menjadi simbol perlawanan terakhir terhadap kolonialisme di wilayah tersebut.
Pada masa Perang Dunia II, 24 Januari menandai hari proses invasi Jepang ke Hindia Belanda di antarnya ke Balikpapan dan Kendari. Pasukan Jepang berhasil menduduki kota Balikpapan, Kalimantan Timur, setelah pertempuran sengit dengan pasukan Belanda. Balikpapan, yang kaya akan minyak, menjadi target strategis Jepang untuk mendukung mesin perang mereka di Asia Tenggara.
Adapun di Sulawesi Tenggara, Kendari juga jatuh ke tangan Jepang. Lapangan udara di Kendari yang memiliki nilai strategis tinggi direbut setelah bombardemen besar-besaran. Kendari kemudian menjadi basis militer Jepang untuk operasi di kawasan Indonesia Timur hingga Pasifik.
Menelusuri Sejarah Panjang Pembangunan Rel Kereta Api di Indonesia
Ini Sejarah Hari Bhakti Pemasyarakatan yang Diperingati Setiap 27 April
Selain Kartini, Berikut Deretan Pahlawan Nasional Perempuan Indonesia
Jenderal Besar Sudirman, sosok pahlawan yang dihormati, lahir pada 24 Januari 1916 di Purbalingga. Sebagai Panglima Besar pertama TNI, Sudirman memimpin berbagai pertempuran penting melawan penjajah, termasuk serangan gerilya dalam Agresi Militer Belanda II. Dedikasinya terhadap perjuangan kemerdekaan menjadikannya simbol ketangguhan dan kepemimpinan militer di Indonesia.
2001: Tahun Baru Imlek Resmi Jadi Libur NasionalTanggal 24 Januari 2001 menandai sejarah baru di Indonesia, ketika perayaan Tahun Baru Imlek 2552 (shio ular) pertama kali ditetapkan sebagai hari libur nasional. Kebijakan ini mencerminkan pengakuan terhadap keragaman budaya dan etnis di Indonesia.