Selasa, 06/10/2026 11:33 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Saudi Arabia menyatakan Komite Strategis Politik dan Pertahanan dari Aliansi Mekkah telah menyepakati langkah pencegahan kolektif (collective deterrence measures) sebagai respons terhadap serangkaian serangan Houthi yang kembali menargetkan wilayah kerajaan.
Menteri Pertahanan Saudi Arabia, Khalid bin Salman, mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat darurat komite yang merupakan bagian dari Aliansi Mekkah, yang baru dibentuk bersama Türkiye dan Pakistan.
“Komite menyepakati untuk mengaktifkan langkah-langkah pencegahan kolektif dalam kerangka Aliansi sebagai respons terhadap serangan dan semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut,” tulis Khalid bin Salman melalui akun X, Senin.
Menurut Salman, komite juga menyampaikan solidaritas kepada Riyadh atas serangan yang disebutnya sebagai tindakan “keji” terhadap Saudi Arabia dan situs-situs suci yang berada di wilayah kerajaan.
PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
Houthi Yaman Serang Fasilitas Aramco dan Pangkalan Militer Saudi
Acaman Serangan Houthi, Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Tetap Waspada
Keputusan tersebut diambil ketika konflik di Yaman kembali meluas hingga ke wilayah Saudi Arabia. Kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah kerajaan.
Langkah Aliansi Mekkah ini menandai respons bersama terhadap meningkatnya ancaman keamanan yang berasal dari konflik Yaman. Namun, pernyataan Saudi Arabia sejauh ini hanya menyebut aktivasi langkah “pencegahan kolektif” tanpa merinci bentuk tindakan militer maupun operasional yang akan dilakukan.
Aliansi Mekkah sendiri melibatkan Saudi Arabia, Türkiye, dan Pakistan. Pembentukan mekanisme kerja sama tersebut menjadi landasan bagi ketiga negara untuk memperkuat koordinasi politik dan pertahanan ketika menghadapi ancaman keamanan bersama.
Dengan meningkatnya serangan lintas perbatasan dari Yaman, keputusan komite tersebut berpotensi membawa dinamika baru dalam konflik yang selama ini tidak hanya berdampak pada Yaman, tetapi juga keamanan kawasan Teluk dan negara-negara di sekitarnya. (*)
Sumber: Anadolu