Pakai Masker, Jakarta Masuk Lima Kota dengan Udara Terburuk di Dunia

Selasa, 06/10/2026 08:26 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (6/10) pagi masuk ke dalam urutan lima besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir di Jakarta pada Selasa pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada pada angka 165 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

Angka tersebut menandakan kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika, dengan rentang PM2,5 sebesar 66-150.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak berolahraga di luar ruangan, selalu menggunakan masker saat berada di luar ruangan, dan menutup jendela rumah guna menghindari udara luar yang kotor.

Sementara itu, kualitas udara kategori sedang, yakni kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika, dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Kemudian, kategori baik, yaitu tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika, dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Terakhir, kategori berbahaya dengan rentang PM2,5 sebesar 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius terhadap populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama pada Selasa, yaitu Dhaka (Bangladesh) dengan indeks kualitas udara 215, urutan kedua Delhi (India) dengan indeks 186, urutan ketiga Kolkata (India) dengan indeks 184, dan urutan keempat Kuala Lumpur (Malaysia) dengan indeks 182. (Ant)

TERKINI
BRI Life Dorong Perlindungan Jiwa dan Perencanaan Keuangan Keluarga Pakai Masker, Jakarta Masuk Lima Kota dengan Udara Terburuk di Dunia Kisah Ibnu al-Haitsam Sang Bapak Optika Dunia Indonesia Juara ASEAN Cup, Pengamat: Selamat, Tetapi Perlu Ada Pembenahan