Suyudi Janjikan 100 Hari Pertama Berantas Judi Online dan Perkuat Polsek

Kamis, 01/10/2026 13:17 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto memaparkan sejumlah program yang akan menjadi prioritas dalam 100 hari pertama apabila mendapat persetujuan DPR untuk memimpin Polri.

Suyudi menyebut program tersebut diarahkan pada pembenahan pelayanan kepada masyarakat, pemberantasan judi online, hingga penguatan satuan kewilayahan seperti Polres dan Polsek.

"Quick wins 100 hari. Mulai dari ruang publik aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, bersih judi daring dan penipuan digital," kata Suyudi dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dia juga menjanjikan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian sebagai salah satu fokus dalam 100 hari pertama. Di antaranya melalui percepatan respons layanan darurat 110 serta pembenahan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) agar lebih ramah terhadap korban.

Selain itu, Suyudi berjanji memastikan masyarakat dapat memantau perkembangan penanganan perkara melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

"110 respons cepat dan SPKT ramah korban, perkara terlacak SP2HP pasti, bersih ke dalam, Polres kuat Polsek tangguh," kata Suyudi.

Menurut Suyudi, agenda pembenahan tersebut juga mencakup harmonisasi standar operasional prosedur (SOP) dengan KUHAP baru dan prinsip hak asasi manusia (HAM). Dia juga menekankan pentingnya penerapan scientific investigation dalam proses penegakan hukum.

Suyudi membagi pelaksanaan program 100 hari pertamanya ke dalam tiga tahap.

Pada hari pertama hingga ke-30, dia akan memetakan kondisi internal Polri secara menyeluruh, menetapkan arah perubahan, sekaligus membangun baseline sebagai dasar untuk mengukur perbaikan.

Kemudian, pada hari ke-31 hingga ke-60, tahap yang dilakukan adalah menguji berbagai perbaikan yang telah disiapkan.

"Hari ke-31 sampai 60: Yaitu menguji perbaikan," ujar dia.

Sementara itu, pada hari ke-61 hingga ke-100, Suyudi akan melihat hasil dari perbaikan yang dilakukan sekaligus mengoreksi kegagalan.

"Hari ke-61 ke 100: Memperlihatkan hasil dan mengoreksi kegagalan," kata Suyudi.

Suyudi menegaskan, 100 hari pertama kepemimpinannya tidak akan menjadi ajang untuk sekadar mengumumkan banyak program.

"100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program. 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah," kata Suyudi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR terkait pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sekaligus pengangkatan Kapolri baru.

Habiburokhman mengatakan, pimpinan DPR menerima Surpres dari Presiden Prabowo dengan nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026. Surpres tersebut berisi usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri.

"Pagi ini pimpinan DPR mendapat Surpres kepada Ketua DPR Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri," ujar Habiburokhman dalam jumpa

TERKINI
AS Cabut Embargo Penjualan Senjata ke Suriah Gagalkan Sabotase Pesawat, Netanyahu Sebut Pilot India Pahlawan Ketua MPR Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat di Natuna Suyudi Janjikan 100 Hari Pertama Berantas Judi Online dan Perkuat Polsek