Jum'at, 18/09/2026 20:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Hafidz Muksin menekankan duta bahasa berperan sebagai sosok teladan dan penggerak utama dalam memupuk kecintaan terhadap bahasa dan sastra di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026 di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, pada Jumat (18/9).
"Duta bahasa diharapkan mampu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia, sekaligus menjadi penggerak yang menghadirkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra di tengah masyarakat khususnya para generasi muda," kata Hafidz.
Ia menilai bahwa peran duta bahasa sangat penting dalam memperkuat edukasi melalui sosialisasi program pemerintah untuk penguatan, pembinaan, serta pelindungan Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.
Daftar Lengkap 62 Finalis Duta Bahasa Nasional 2026
Puluhan Pemuda Bersaing di Pemilihan Duta Bahasa Nasional
Kawal SPMB 2026, Kemendikdasmen Gandeng Kejagung hingga KSP
"Tentu kami harapkan para duta bahasa dapat melaksanakan tidak hanya nyata sesuai dengan dinamika perkembangan zaman serta mampu memantik peran dalam akan fungsi bahasa Indonesia guna memperkuat jati diri dan juga daya saing bangsa," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Hafidz memaparkan enam peran strategis yang diamanahkan kepada para duta bahasa sekembalinya mereka ke daerah masing-masing.
Peran tersebut mencakup menjadi agen perubahan dan edukasi program Kemendikdasmen, teladan berbahasa yang baik, benar, cerdas, dan santun, serta jembatan antargenerasi yang menghubungkan bahasa dengan dunia pendidikan, seni, budaya, teknologi, dan industri kreatif.
Duta bahasa juga dituntut menjadi penggerak literasi masyarakat melalui konten kreatif serta menjadi mitra strategis Kemendikdasmen.
Selain itu, Hafidz juga menekankan bahwa Duta Bahasa harus menjadi bagian integral dari ekosistem pendidikan nasional guna mendukung visi besar Kemendikdasmen.
"Selain itu menjadi mitra strategis bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan juga Badan Bahasa serta masyarakat dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," kata Hafidz.
"Saya berharap para duta bahasa juga dapat menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan turut serta berpartisipasi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," dia menambahkan.