Hubungan AS-Jerman Makin Rusak, Kanselir Merz: Sudah Berakhir!

Jum'at, 18/09/2026 13:20 WIB

Berlin, Jurnas.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa era hubungan tanpa syarat antara Amerika Serikat dan Eropa yang telah dibangun sejak Perang Dunia II kini telah berakhir.

Hal tersebut disampaikan Merz saat berpidato di hadapan para anggota partainya di Berlin pada Kamis (17/9) lalu. Pernyataan Merz menandai titik terendah baru dalam keretakan hubungan diplomatik transatlantik di bawah masa kepresidenan Presiden AS Donald Trump.

"Era persahabatan transatlantik tanpa syarat ini kemungkinan besar telah berakhir untuk masa depan yang dapat diprakirakan," dikutip dari Bloomberg pada Jumat (18/9).

"Di seberang Atlantik, kita melihat perubahan sikap politik dan penilaian terhadap aliansi transatlantik yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya," dia menambahkan.

Pidato Merz yang disampaikan menjelang pemilu daerah di Berlin pada 20 September mengemuka di hari yang sama saat dirinya melakukan pembicaraan via telepon dengan Donald Trump, mengenai konflik maritim di Selat Hormuz dan Laut Merah, serta upaya penghentian perang Rusia di Ukraina.

Sikap kritis Merz juga bertepatan dengan langkah Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang menyambut baik tawaran untuk menjadi anggota asosiasi Uni Eropa.

Langkah integrasi Kanada tersebut direspons keras oleh Trump yang mengancam akan menjatuhkan gelombang tarif impor baru terhadap 27 negara anggota Uni Eropa, jika kerja sama tersebut dinilai merugikan kepentingan AS.

Hubungan antara Berlin dan Washington kian memanas setelah Trump secara terbuka memuji kemenangan mengejutkan partai sayap kanan Alternative for Germany, dalam pemilu daerah di Jerman pada awal September.

Ini bukan pertama kalinya Merz memicu ketegangan dengan administrasi Trump. Pada April lalu, komentar Merz yang menyebut negosiator AS dipermalukan dalam upaya penyelesaian perang Iran, direspons Trump dengan menarik sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman.

Pernyataan Merz ini dinilai mengulang nada peringatan mantan Kanselir Angela Merkel pada Mei 2017 lalu, yang saat itu juga menyatakan bahwa keandalan kemitraan pasca-Perang Dunia II telah berakhir di bawah kepemimpinan Trump.

TERKINI
Sidang PBB Panas, Suriah, Israel hingga Turki Saling Tuding Siang Ini, IHSG Berbalik Terkoreksi ke Level 6.439 AI Open Source Picu Risiko Serangan Malware Berbahaya Sahroni Desak Polri dan Komdigi Berantas Akun Live Streaming Tawuran