Acaman Serangan Houthi, Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Tetap Waspada

Rabu, 16/09/2026 23:36 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi keamanan setempat setelah serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi dari Yaman.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan bahwa pihak otoritas Arab Saudi telah beberapa kali mengeluarkan peringatan potensi bahaya keamanan untuk sejumlah wilayah, termasuk Makkah, Jeddah, dan Taif.

"Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi," kata Heni dalam keterangannya dilansir dari Antara, Rabu (16/9).

Selasa (15/9), pihak otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat setempat untuk tetap berada dalam ruangan, menghindari area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti arahan resmi.

Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir dan masyarakat diizinkan kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah setempat.

Terkait kondisi WNI di tengah situasi tersebut, Heni memastikan tidak ada laporan soal WNI terdampak bahaya yang terjadi.

"Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat," katanya.

Apabila berada dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah via hotline +966 50 360 9667.

Sementara itu, juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengatakan pasukan pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) yang hendak memasuki wilayah udara di Kota Makkah.

"Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata juru bicara tersebut, menurut laporan kantor berita Arab Saudi SPA.

Drone itu dicegat di bagian selatan Makkah. Aksi bermusuhan dan tindak teroris itu merupakan upaya kedua untuk menargetkan Makkah, setelah upaya pertama menggunakan rudal balistik pada 27 Juli 2017.

Kemudian, Gerakan Ansar Allah atau juga dikenal dengan Houthi menyatakan pihaknya tidak menimbulkan ancaman apa pun terhadap kota suci Makkah dan tempat-tempat suci Islam lainnya di Arab Saudi.

"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata sumber militer seperti dikutip kantor berita kelolaan Houthi, Saba, Selasa (15/9). (Ant)

TERKINI
Guterres: Perdamaian Timur Tengah Tak Akan Tercapai Tanpa Solusi Dua Negara Acaman Serangan Houthi, Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Tetap Waspada Pakistan Kecam Upaya Serangan Drone Dekat Makkah, Serukan Dialog Lavrov Sebut Perang Akan Sangat Singkat Jika Eropa Menyerang Rusia