Senin, 07/09/2026 19:18 WIB
JAKARTA, Jurnas.com – Bloom Hotel Bali Ungasan, jaringan Radisson Hotel Group ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029.
Hotel yang memiliki 145 kamar ini, memperkuat posisi grup Radisson Hotel di kawasan Bali Selatan, daerah yang terus berkembang sebagai destinasi leisure dan lifestyle.
Bloom Hotel Bali Ungasan akan terdiri atas dua bangunan empat lantai yang mengelilingi kolam renang utama.
Dari total 145 kamar yang disiapkan, sebanyak 22 di antaranya merupakan suite.
Kampus Inklusif Bukan Sekadar Regulasi, tapi Harus Segera Direalisasikan
Kejagung Tetapkan PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi
Ini Langkah TransNusa terhadap Penumpang Terdampak Abu Vulkanik
Konsep hotel dirancang tidak hanya mengandalkan akomodasi. Radisson menempatkan unsur kuliner, wellness, rekreasi, dan relaksasi sebagai bagian dari pengalaman menginap.
Fasilitas yang disiapkan mencakup restoran all-day dining dengan teras outdoor, speakeasy bar, pool bar, spa, gym, ruang yoga, serta kolam renang utama.
Dengan komposisi tersebut, Bloom Hotel Bali Ungasan diarahkan untuk menjangkau wisatawan dengan karakter yang beragam, mulai dari pasangan dan keluarga hingga wisatawan internasional yang menjadikan Bali Selatan sebagai bagian dari perjalanan mereka.
Pemilihan Ungasan bukan tanpa alasan. Kawasan yang berada di Bukit Peninsula ini berkembang sebagai salah satu kantong utama pariwisata Bali Selatan. Karakter wilayahnya berbeda dari pusat keramaian Kuta atau Seminyak. Tebing kapur, pantai berpasir putih, destinasi spiritual, serta pertumbuhan fasilitas hospitality menjadikan kawasan ini semakin identik dengan pengalaman leisure kelas atas.
Bloom Hotel Bali Ungasan akan berada sekitar satu jam perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Sejumlah destinasi wisata di Bali Selatan dapat dijangkau dalam kisaran 10 hingga 20 menit berkendara, sementara Pantai Melasti berada sekitar lima menit dari lokasi hotel.
Uluwatu, termasuk Pura Uluwatu dan kawasan yang dikenal dengan aktivitas selancarnya, juga menjadi bagian dari ekosistem destinasi di sekitar hotel.
“Bali terus menjadi salah satu destinasi pariwisata dan investasi paling menarik di kawasan ini,” kata Armand Steinmeyer, Vice President, Development, Southeast Asia, Radisson Hotel Group, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, daya tarik Bali di pasar internasional, kekayaan budaya, serta perkembangan sektor hospitality menjadi salah satu pertimbangan ekspansi Radisson Hotel Group.
Melalui Radisson Individuals, grup tersebut juga menawarkan model yang memungkinkan hotel mempertahankan karakter dan identitas masing-masing properti, sembari memperoleh dukungan jaringan komersial dan operasional Radisson Hotel Group.
Menggabungkan Identitas Lokal dan Jaringan Global
Bagi pengembang, model tersebut memberikan ruang untuk membangun karakter hotel tanpa harus kehilangan akses terhadap ekosistem global sebuah jaringan hospitality.
Juru bicara HQC Group, pengembang Bloom Hotel Bali Ungasan, mengatakan kerja sama dengan Radisson Hotel Group diharapkan dapat memperkuat posisi hotel sebagai destinasi yang relevan dengan kebutuhan wisatawan masa kini.
Hotel tersebut dirancang dengan menggabungkan kamar yang luas, konsep bersantap, serta fasilitas wellness dan relaksasi.
“Kami ingin menciptakan destinasi yang memiliki karakter khas dan selaras dengan identitas Ungasan, sekaligus menghadirkan pengalaman berkualitas tinggi bagi para tamu,” ujarnya.
Model Radisson Individuals sendiri merupakan koleksi hotel independen yang tetap berada dalam jaringan Radisson Hotel Group. Setiap properti dapat mempertahankan karakter uniknya, sementara pemilik memperoleh akses terhadap jaringan komersial global, keahlian operasional, serta program loyalitas Radisson Rewards.
Strategi ini memperlihatkan bagaimana jaringan hotel global tidak selalu harus hadir melalui properti dengan identitas merek yang seragam. Di destinasi seperti Bali, karakter lokal justru menjadi bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan.
Portofolio Radisson di Indonesia
Bloom Hotel Bali Ungasan menjadi bagian dari ekspansi Radisson Hotel Group di Indonesia. Saat ini, grup tersebut mengoperasikan tiga hotel di Indonesia dengan total 593 kamar. Lima hotel lainnya, dengan total 672 kamar, masih berada dalam tahap pengembangan.
Di Bali, portofolio Radisson saat ini antara lain mencakup Radisson Blu Resort Bali Uluwatu. Sejumlah properti lain juga direncanakan hadir di kawasan Canggu dan Ubud. Jika seluruh proyek tersebut terealisasi, ekspansi Radisson akan memperluas jangkauan grup dari kawasan leisure hingga destinasi yang memiliki karakter urban dan budaya yang berbeda.
Wisatawan kini tidak hanya membutuhkan tempat untuk bermalam. Mereka mencari bagaimana sebuah hotel terhubung dengan destinasi, menawarkan ruang untuk beristirahat, menikmati kuliner, menjaga kebugaran, sekaligus menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.
Tantangan Bloom Hotel Bali Ungasan bukan sekadar bagaimana mengisi 145 kamar, melainkan bagaimana menjadikan karakter Ungasan sebagai alasan bagi wisatawan untuk memilih tinggal di sana. Di situlah konsep Radisson Individuals menemukan relevansinya, membawa kekuatan jaringan global tanpa sepenuhnya menghapus identitas tempat yang menjadi rumah bagi sebuah hotel.
Keyword : Bloom Hotel Bali Ungasan Armand Steinmeyer