Tak Cuma Anak Krakatau, Ini 7 Gunung Berapi Aktif dekat Jakarta

Minggu, 06/09/2026 21:07 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau pada akhir pekan ini kembali mengingatkan mengenai status Indonesia yang berdiri tepat di atas jalur cincin api pasifik (Ring of Fire). Dalam hitungan jam, sebaran abu vulkanik dan gemuruh erupsi dari tengah laut bisa langsung memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang bermukim di wilayah pesisir Banten, Lampung, hingga pulau Jawa bagian barat.

Namun, perhatian masyarakat yang selama ini tertuju pada Gunung Anak Krakatau sering kali membuat banyak orang lupa bahwa Jakarta sebetulnya dikelilingi oleh jajaran gunung berapi aktif lainnya di daratan Jawa Barat. Sebagai pusat perekonomian nasional, pusat pemerintahan, serta rumah bagi jutaan jiwa di kawasan aglomerasi Jabodetabek, Jakarta berada dalam posisi yang terhubung secara geografis maupun ekologis dengan dinamika alam di sekitarnya.

Gangguan skala besar akibat erupsi—seperti hujan abu tebal yang menutupi ruang udara, gangguan jaringan listrik dan komunikasi, hingga potensi kelumpuhan moda transportasi, berisiko memicu dampak domino bagi stabilitas ekonomi nasional. Memahami keberadaan dan status gunung-gunung api terdekat menjadi langkah krusial untuk meningkatkan mitigasi serta kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.

Meski mayoritas saat ini berada pada status Level I (Normal) menurut catatan MAGMA Indonesia, deretan gunung ini memiliki rekam jejak erupsi yang patut dipelajari.

Berdasarkan data geografis, berikut 7 gunung berapi aktif terdekat dari Jakarta: 1. Gunung Salak

- Ketinggian: 2.211 mdpl
- Lokasi: Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
- Jarak dari Jakarta: Sekitar 60–70 km ke arah selatan
- Status: Level I (Normal)
- Catatan Penting: Gunung Salak merupakan salah satu gunung berapi aktif yang tercatat beberapa kali meletus di masa lalu, dengan erupsi eksplosif terakhir terjadi pada tahun 1938. Saat ini, aktivitas vulkaniknya masih dapat dilihat dari keberadaan kawah-kawah aktif yang mengeluarkan gas sulfur, seperti Kawah Ratu.

2. Gunung Gede

- Ketinggian: 2.958 mdpl
- Lokasi: Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat
- Jarak dari Jakarta: Sekitar 80–90 km ke arah tenggara
- Status: Level I (Normal)
- Catatan Penting: Terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, gunung ini tercatat aktif sejak abad ke-18 dengan frekuensi erupsi yang relatif sering di masa lalu. Karakter erupsinya umumnya berupa letusan abu dan freatik. Kawah aktif seperti Kawah Ratu, Kawah Wadon, dan Kawah Lanang masih aktif memproduksi embusan uap hingga kini.

3. Gunung Tangkuban Parahu

- Ketinggian: 2.084 mdpl
- Lokasi: Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
- Jarak dari Jakarta: Sekitar 120–130 km ke arah tenggara
- Status: Level I (Normal)
- Catatan Penting: Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa Barat. Gunung ini tergolong sering mengalami peningkatan level dan erupsi freatik secara tiba-tiba tanpa ancaman erupsi magmatik besar, seperti yang terjadi pada tahun 2013 dan 2019 lalu yang sempat membuat statusnya naik ke Level II (Waspada).

4. Gunung Guntur

- Ketinggian: 2.249 mdpl
- Lokasi: Kabupaten Garut, Jawa Barat
- Jarak dari Jakarta: Sekitar 160–170 km ke arah tenggara
- Status: Level I (Normal)
- Catatan Penting: Di abad ke-19, Gunung Guntur merupakan salah satu gunung berapi paling aktif dan merusak di Pulau Jawa. Siklus erupsinya kala itu terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan. Meski kini terbilang "tenang" dan belum mengalami erupsi besar lagi sejak 1847, PVMBG tetap mengawasi ketat Gunung Guntur karena potensi ancaman aktivitas magmatiknya di masa depan.

5. Gunung Papandayan

- Ketinggian: 2.665 mdpl
- Lokasi: Kabupaten Garut, Jawa Barat
- Jarak dari Jakarta: Sekitar 180–190 km ke arah tenggara
- Status: Level I (Normal)
- Catatan Penting: Gunung ini memiliki kompleks kawah aktif yang sangat luas. Letusan paling dahsyat dalam sejarahnya terjadi pada tahun 1772 yang meruntuhkan sebagian dinding gunung. Erupsi signifikan terkini terjadi pada November 2002, di mana lontaran abu dan hembusan gas beracun sempat merusak ekosistem sekitarnya dan memicu peningkatan status hingga tingkat Siaga.

6. Gunung Galunggung

- Ketinggian: 2.168 mdpl
- Lokasi: Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut, Jawa Barat
- Jarak dari Jakarta: Sekitar 200–210 km ke arah tenggara
- Status: Level I (Normal)
- Catatan Penting: Gunung Galunggung mencatatkan sejarah erupsi paling fenomenal pada tahun 1982. Letusan berlangsung selama kurun waktu sembilan bulan dan melontarkan abu vulkanik hingga ketinggian puluhan kilometer, yang memicu insiden mati mesin pada pesawat British Airways Flight 9 di udara.

7. Gunung Ciremai

- Ketinggian: 3.078 mdpl (Gunung tertinggi di Jawa Barat)
- Lokasi: Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat
- Jarak dari Jakarta: Sekitar 210–220 km ke arah timur tenggara
- Status: Level I (Normal)
- Catatan Penting: Sebagai atap tertinggi Jawa Barat, Gunung Ciremai tercatat pernah mengalami erupsi pada kurun abad ke-17 hingga awal abad ke-20 (terakhir tahun 1937). Walau aktivitasnya terbilang stabil dalam rentang Level I, gunung api soliter tipe stratovolcano ini beberapa kali mencatatkan peningkatan gempa vulkanik dalam yang memicu pemantauan intensif oleh Badan Geologi.

TERKINI
IRGC Sebut Sanksi Ekonomi Justru Rugikan AS Dibanding Iran Korban Agresi Israel ke Palestina Terus Bertambah, Tembus 73.651 Orang Tak Cuma Anak Krakatau, Ini 7 Gunung Berapi Aktif dekat Jakarta Awas Bahaya Abu Vulkanik yang Menempel di Mobil dan Motor