10 Hari Terjebak, Warga China Ditemukan Selamat dari Banjir Bandang Nepal

Sabtu, 05/09/2026 23:23 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Harapan kembali muncul di tengah pencarian korban banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China. Seorang warga negara China dan perempuan Nepal berusia 64 tahun ditemukan hidup-hidup pada Sabtu, 10 hari setelah bencana menerjang wilayah tersebut.

Warga China bernama Luhaitao ditemukan sekitar 225 meter dari pintu masuk terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air Upper Trishuli-1. Ia ditemukan oleh tim gabungan militer Nepal dan penyelamat dari luar negeri, kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis.

Tim penyelamat masih menyisir kawasan proyek Upper Trishuli-1 untuk mencari orang-orang yang diduga terjebak di dalam fasilitas tersebut.

Penemuan Luhaitao terjadi sehari setelah dua orang lainnya berhasil diselamatkan dari proyek pembangkit listrik Trishuli 3A. Operasi pencarian hingga kini masih berlanjut di sejumlah fasilitas pembangkit listrik yang terdampak bencana.

Penyelamatan juga dilakukan terhadap Chandika Kumari Shrestha, perempuan berusia 64 tahun yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah rumah yang tertimbun material bencana di Bidur Municipality-10.

Sembilan anggota tim Armed Police Force menemukan Shrestha pada Sabtu. Ia kemudian dievakuasi menggunakan pesawat menuju Maithili Barracks milik Angkatan Darat Nepal di Trishuli untuk mendapatkan perawatan.

Dua penyelamatan tersebut menambah harapan bagi tim yang masih mencari korban setelah banjir bandang dan longsor menghantam kawasan perbatasan Nepal-China.

Di tengah upaya penyelamatan, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Data resmi pada Sabtu mencatat sedikitnya 1.375 orang meninggal akibat banjir bandang dan longsor.

Sebanyak 5.531 orang masih dinyatakan hilang 10 hari setelah bencana terjadi. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap korban yang kemungkinan terjebak di berbagai lokasi terdampak.

Sedikitnya enam proyek pembangkit listrik tenaga air di sisi Nepal terkena banjir bandang. Pencarian juga terus dilakukan terhadap sekitar 900 personel yang berada di fasilitas-fasilitas tersebut.

Bencana terjadi pada 26 Agustus ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, mengalami retakan pada ketinggian sekitar 5.200 meter.

Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang kemudian berkembang menjadi aliran material besar. Aliran tersebut menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan Nepal-China.

Banjir dan longsor kemudian menghancurkan sejumlah wilayah di Nepal, termasuk distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre serta kawasan Lembah Kathmandu. Bencana juga menimbun perlintasan perbatasan Gyirong di wilayah Xizang.

Sepuluh hari setelah bencana, operasi pencarian dan penyelamatan masih menjadi prioritas di wilayah terdampak. Ditemukannya dua penyintas pada Sabtu menunjukkan masih adanya kemungkinan menemukan korban lain yang terjebak di antara reruntuhan dan fasilitas yang terdampak. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
10 Hari Terjebak, Warga China Ditemukan Selamat dari Banjir Bandang Nepal Rekomendasi Makanan Tinggi Protein untuk Diet Tanpa Lemas Sukses di 30 Provinsi, Ahmad Muzani Komitmen Perluas Skala LKBB-PB 2027 FKS Food Hidupkan Kembali Cerita di Balik Produk Legendary Brand