PBB Galang Dana Rp800 Miliar Bantu Korban Banjir Bandang

Jum'at, 04/09/2026 22:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggalang dana darurat sebesar 50 juta dolar AS (sekitar Rp800 miliar) pada Jumat (4/9/2026) untuk membantu lebih dari 84.000 warga terdampak banjir bandang mematikan di Nepal, mengingat musim dingin yang kian mendekat.

Bencana banjir pada 26 Agustus lalu di perbatasan China-Nepal—yang dipicu oleh runtuhnya gunung es—telah menewaskan lebih dari 1.300 orang dan menyebabkan lebih dari 5.600 lainnya hilang di kedua negara.

"Waktu terus berjalan menekan mereka," ujar perwakilan kantor PBB di Nepal.

"Bagi mereka yang selamat, banjir telah merenggut hampir seluruh sarana yang mendukung kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Banjir bandang tersebut menerjang kawasan pegunungan, menghancurkan akses jalan, jembatan, hingga bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"PBB Nepal bersama para mitra mengajukan permohonan dana hampir 50 juta dolar AS untuk menyalurkan bantuan tunai, bahan pangan, tempat bernaung, air bersih, layanan kesehatan, serta bantuan penyelamatan jiwa lainnya bagi komunitas yang paling terdampak," ungkap pernyataan tersebut.

"Otoritas kesehatan saat ini mulai memantau kemunculan gejala demam dan diare di pusat-pusat pengungsian," tambah seruan PBB itu.

"Jasad korban manusia dan ribuan bangkai hewan ternak masih tertimbun reruntuhan, meningkatkan risiko penularan wabah penyakit menular."

Permukiman warga yang berada di dekat pusat bencana hingga kini masih terisolasi dari dunia luar.

"Keluarga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan hunian yang layak dalam hitungan minggu, bukan bulan," tegas PBB.

Penilaian awal PBB memperkirakan kerugian akibat kerusakan bangunan di Nepal mencapai 158 juta dolar AS. PBB memperingatkan bahwa total kerugian—termasuk kerusakan jalan, jembatan, lahan pertanian, dan biaya kemanusiaan—akan jauh lebih besar.

Pemerintah Nepal mengindikasikan bahwa tagihan biaya rekonstruksi pascabencana dapat membengkak hingga "mencapai miliaran" dolar AS.

 

TERKINI
Polisi Israel Tembak Mati Pria Palestina di Yerusalem Karhutla Meluas, Ketua DPR Minta Penanganan Satu Kendali PBB Galang Dana Rp800 Miliar Bantu Korban Banjir Bandang Lasarus Minta Anggaran Kemenhub Disusun Sesuai Kebutuhan Daerah