Korban Banjir Nepal-China Tembus 1.300, 5.624 Orang Masih Hilang

Jum'at, 04/09/2026 17:25 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang perbatasan Nepal-China terus bertambah. Sembilan hari setelah bencana terjadi, jumlah korban meninggal di kedua negara mencapai 1.308 orang, sementara 5.624 orang masih dinyatakan hilang.

Data resmi yang dirilis pada Jumat (4/9) menunjukkan Nepal mencatat 1.287 korban meninggal dan 5.083 orang masih hilang. Dari jumlah warga yang hilang di Nepal, 583 orang merupakan warga negara asing.

Di sisi lain perbatasan, otoritas China melaporkan 21 orang meninggal dunia dan 541 orang masih dalam pencarian di wilayah Xizang Autonomous Region, yang juga dikenal sebagai Tibet.

Jika digabungkan, jumlah orang yang masih hilang di Nepal dan China mencapai 5.624 orang. Sebanyak 844 orang di antaranya merupakan warga negara asing.

Operasi pencarian terus berlangsung di tengah luasnya wilayah yang terdampak. Perkembangan terbaru datang dari proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A di Nepal, ketika tim penyelamat berhasil menemukan dan mengevakuasi dua orang yang masih hidup setelah terjebak selama lebih dari sepekan.

Penemuan tersebut terjadi setelah tim penyelamat mendengar suara dari dalam terowongan. Keberhasilan itu memberikan harapan di tengah pencarian ribuan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Bencana juga menghantam sedikitnya enam proyek pembangkit listrik tenaga air di sisi Nepal. Pencarian masih dilakukan terhadap sekitar 900 personel yang ditempatkan di fasilitas-fasilitas tersebut.

Bencana dahsyat tersebut terjadi pada 26 Agustus, ketika bagian gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, mengalami keretakan pada ketinggian sekitar 5.200 meter di atas permukaan laut.

Keretakan itu memicu longsoran material es dan batu. Material tersebut kemudian berkembang menjadi aliran debris dalam skala besar yang menyapu lembah-lembah di sepanjang kawasan perbatasan Nepal-China.

Di Nepal, banjir dan longsor menghantam distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading dan Kavre, serta kawasan Lembah Kathmandu.

Dampak bencana juga meluas hingga China. Kawasan Gyirong border crossing di wilayah Xizang ikut tertimbun material akibat bencana tersebut. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Tren Ngopi Kekinian antara Dirty Latte vs Mont Blanc Saham, Kripto, Reksadana: Mana yang Cocok untuk Pemula? Statistik Head to Head Manchester United vs Everton 5 Tips Sukses Ujian TKA tanpa Perlu Antre Bimbel