Kamis, 03/09/2026 15:05 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden AS -decoration:none;color:red;">Donald Trump secara pribadi sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun Pentagon diam-diam memperpanjang penempatan pasukan di Timur Tengah, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), Rabu.
WSJ melaporkan bahwa Trump telah berdiskusi dengan para penasihat senior untuk mengeluarkan pernyataan mengenai "berakhirnya perang dengan Iran," sebuah langkah yang dilaporkan didukung presiden.
Trump percaya bahwa memberikan tekanan ekonomi yang intens akan memaksa Teheran membongkar program nuklirnya atau meruntuhkan pemerintahannya.
Amerika Serikat meluncurkan Operasi Economic Outcast pekan lalu, yang menargetkan jalur ekonomi utama Iran, termasuk sektor minyak, pelayaran, penerbangan, emas, teknologi, dan aset digital.
Militer AS Tindak 87 Kapal Dagang Terkait Blokade Iran
Dua Orang Selamat Setelah Terjebak Lebih dari Sepekan di Terowongan Nepal
Korea Selatan Dilaporkan Bersiap Kerahkan Militer ke Selat Hormuz, Ada Apa?
Namun, meski ada diskusi privat tersebut, Pentagon tetap memperpanjang penempatan pasukan sebagai tanda bahwa perang bisa berlarut "hingga tahun depan."
Militer mempertahankan 50.000 pasukan dan 19 kapal perang, termasuk dua kapal induk dan 13 kapal perusak berpemandu misil, untuk memberikan "fleksibilitas" operasional kepada presiden.
Sumber: Anadolu