Rabu, 02/09/2026 23:51 WIB
Amman, Jurnas.com - Sistem pertahanan udara Yordania berhasil mencegat dan menghancurkan 10 dari 13 rudal balistik Iran yang menerobos wilayah udaranya pada Rabu (2/9/2026). Insiden ini terjadi di tengah kembali memanasnya konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pekan ini.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yordania mengonfirmasi bahwa seluruh rudal tersebut diluncurkan langsung dari wilayah teritorial Iran.
Tiga rudal yang lolos dari perintisan jatuh di area terpencil yang tidak berpenghuni, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Jordan News Agency yang dikutip Arab News.
Otoritas Yordania memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material akibat jatuhnya proyektil tersebut, serta mengimbau warga untuk tidak menyebarkan rumor yang belum terverifikasi.
Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi "Selat Trump"
AS Bakal Perbarui Daftar Bank yang Disanksi karena Bantu Iran
AS Kerahkan Kapal Induk USS Theodore Roosevelt ke Timur Tengah
Sejak eskalasi konflik berdarah dengan AS dan Israel meletus pada 28 Februari lalu, Iran terus melancarkan serangan menyasar berbagai negara di kawasan, termasuk Israel, Yordania, Suriah, Irak, Qatar, Turki, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Oman, hingga Uni Emirat Arab.
Konflik sempat mengalami jeda singkat dalam enam bulan terakhir untuk memberi ruang bagi perundingan program nuklir Teheran serta negosiasi alur pelayaran di Selat Hormuz yang hingga kini masih terblokade bagi armada komersial internasional.
Eskalasi terbaru ini dipicu oleh serangan balasan militer AS pada Selasa lalu yang menghantam instalasi pertahanan udara, sistem radar, serta aset maritim militer Iran.
Selain mengincar Yordania, Teheran pada Rabu juga meluncurkan serangkaian drone dan rudal ke wilayah Bahrain dan Kuwait, dua negara yang tidak terlibat langsung dalam bentrokan militer tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk keras serangan Iran dan memperingatkan bahwa eskalasi militer dapat merusak seluruh upaya diplomasi untuk memulihkan stabilitas kawasan. Pihak Doha menegaskan Teheran bertanggung jawab secara hukum atas serangan agresif tersebut serta menyatakan solidaritas penuh bagi Yordania, Bahrain, dan Kuwait.