Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi "Selat Trump"

Kamis, 03/09/2026 00:00 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan perubahan nama Selat Hormuz menjadi `Trump Strait` atau `Selat Trump` pada Rabu (2/9/2026).

Usul ini disampaikan di saat status perairan strategis yang menjadi urat nadi jalur distribusi migas dan logistik global itu masih menjadi zona konflik memanas dalam perang melawan Iran.

"Sekarang setelah kita mengendalikannya di bawah kekuasaan AS, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi TRUMP STRAIT??? Sama seperti Amerika, itu akan menjadi lebih `membara` dari sebelumnya!" tulis Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.

Langkah ini juga menjadi gagasan penamaan ulang geografis terbaru yang dilontarkan Trump. Sebelumnya, dia telah memerintahkan perubahan nama Danau Ontario menjadi `Danau Amerika` di tengah perang dagang dengan Kanada, serta mengubah Teluk Meksiko menjadi `Teluk Amerika` pada awal masa jabatannya pada Januari 2025.

Pemerintah Meksiko maupun Kanada menegaskan menolak perubahan nama sepihak yang digulirkan oleh pihak Washington.

Dikutip dari Arab News, sebelum usulan ini muncul, Trump dalam beberapa pekan terakhir berulang kali melontarkan ancaman untuk mengklaim kedaulatan atas Selat Hormuz, bahkan sempat mengunggah peta yang menampilkan jalur maritim tersebut sebagai wilayah baru AS.

Namun di lapangan, Iran secara efektif memblokir jalur perlintasan yang menjadi rute vital bagi seperlima pasokan minyak dunia tersebut. Pemblokiran ini dilakukan sebagai aksi balasan atas serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel sejak akhir Februari.

Pasukan militer AS baru saja melancarkan gelombang serangan udara baru di sekitar Selat Hormuz pada Selasa lalu. Trump mengklaim aksi militer tersebut dilancarkan merespons upaya Iran yang kembali menanam ranjau laut di kawasan Selat. Eskalasi militer yang kembali memanas ini memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar global.

TERKINI
Berdalih Hukum Islam, Taliban Larang Unjuk Rasa di Afganistan Pemukim Yahudi 26 Kali Terobos Masjid Al-Aqsa sepanjang Agustus Lebanon Bantah Tudingan Israel Gagal Jaga Perbatasan Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi "Selat Trump"