Rabu, 02/09/2026 13:32 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax mengikuti harga pasar minyak dunia.
Hal ini merespons harga BBM pada 1 September 2026 yang mengalami perubahan pada sejumlah produk. Pertamina mengumumkan kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi, yakni Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo dan Pertamax Green.
"Kalau untuk pertamax itu kan prinsipnya itu adalah sesuai dengan harga pasar," ujar Yuliot mengutip Antara, Rabu (2/9).
Yuliot menilai Pertamina memiliki rumus tersendiri untuk menghitung harga BBM nonsubsidi, salah satunya dengan biaya pokok penyediaan (BPP) ditambah margin keuntungan.
Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Berikut Penjelasan Pertamina
Mulai 1 Agustus, Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 Per Liter
Harga Minyak Dunia Mulai Turun Meski Konflik AS-Iran Meluas
"Harga itu (pertamax) kan kan kami lihat itu harga rata-rata (minyak dunia). Dari harga rata-rata ya kira-kira berapa BPP dari Pertamina, kemudian ada margin," ucap Yuliot.
Adapun di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Dexlite (CN 51) menjadi Rp23.700 per liter mulai 1 September, dari Rp19.700 per liter. Untuk Pertamina Dex (CN 53) juga naik dari Rp21.150 per liter menjadi Rp25.200 per liter mulai 1 September 2026.
Lebih lanjut, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.300 per liter pada Agustus menjadi Rp19.600 per liter mulai 1 September 2026, dan harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 per liter menjadi Rp19.150 per liter yang berlaku mulai 2 September 2026.
Sementara itu, harga Pertamax tetap di level Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026. Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.