Rabu, 02/09/2026 10:48 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Iran menyatakan akan merespons serangan Amerika Serikat dengan “ketegasan” setelah sejumlah wilayah di negara itu dilaporkan menjadi sasaran serangan militer AS.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan lebih dari 50 orang, termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak, tewas atau terluka dalam rangkaian serangan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Baqaei pada Rabu melalui platform X. Ia secara khusus menyoroti serangan terhadap sebuah rumah di Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, yang menurut Iran digunakan untuk menggelar pesta pernikahan.
Baqaei mengatakan serangan terhadap rumah tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang juga terjadi di Minab, Lamerd, Qeshm dan sejumlah wilayah lainnya.
AS Klaim Kuasai Minyak Venezuela 100 Tahun, Dapat Hak Veto
Iran Ancam Balasan Lebih Berat Jika AS Kembali Menyerang
Iran Pastikan Serangan AS Tak Hentikan Produksi Minyak di Pulau Kharg
Ia menyebut lebih dari 50 orang tewas atau terluka dalam serangan yang dilaporkan terjadi di Sirik. Pemerintah daerah sebelumnya memberikan angka awal yang lebih rendah.
Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi sebelumnya mengatakan sedikitnya empat orang tewas dan 50 lainnya terluka berdasarkan penilaian awal setelah serangan yang disebut menargetkan lokasi pesta pernikahan tersebut.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah korban masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi di lapangan.
Baqaei mengecam serangan tersebut dan menuduh Amerika Serikat telah melakukan serangkaian tindakan yang disebutnya sebagai kekejaman terhadap Iran.
“Katalog kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap,” kata Baqaei.
Ia juga mengkritik pemerintah dan lembaga internasional yang dinilai memilih diam atau berupaya membenarkan serangan AS. Menurutnya, sikap diam tersebut tidak dapat dianggap sebagai bentuk netralitas.
Baqaei memperingatkan bahwa pihak yang memilih diam saat ini tidak akan terbebas dari konsekuensi di kemudian hari.
Ketegangan meningkat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Iran.
Setelah pengumuman tersebut, media Iran melaporkan terdengar sejumlah ledakan di Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.
Televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Bandara Jiroft di Provinsi Kerman menjadi sasaran.
Namun, rincian mengenai seluruh target, tingkat kerusakan, serta jumlah korban dari rangkaian serangan tersebut masih belum sepenuhnya terverifikasi secara independen. Baqaei menegaskan Iran tidak akan membiarkan serangan tersebut berlalu tanpa respons. (*)
Sumber: Anadolu