Selasa, 01/09/2026 13:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Seorang remaja tewas dan seorang lainnya terluka pada Senin (31/8) sore waktu setempat ketika sebuah bom Israel meledak di Kota Haboush, Distrik Nabatieh, Lebanon selatan, seperti dilaporkan Kantor Berita Nasional Lebanon.
Laporan tersebut mengatakan bahwa remaja bernama Mohammad Ali Ibrahim, yang ayahnya tewas dalam serangan Israel, terluka ketika sebuah bom yang ditinggalkan dari agresi Israel meledak dan kemudian meninggal akibat luka-lukanya.
Insiden itu terjadi setelah berakhirnya putaran ketujuh pembicaraan Lebanon-Israel di Roma, ibu kota Italia, yang bertujuan untuk memperkuat pengaturan keamanan di sepanjang perbatasan dan berupaya mengimplementasikan perjanjian kerangka kerja bilateral.
Secara terpisah, Presiden Lebanon Joseph Aoun, saat bertemu dengan Presiden Yunani Constantine Tassoulas di Athena pada Senin, mengatakan bahwa Lebanon bertekad untuk mengakhiri permusuhannya dengan Israel dan mengupayakan hubungan damai dengan negara-negara tetangganya, seraya menekankan bahwa diplomasi merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah-masalah di kawasan tersebut, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh kepresidenan Lebanon.
Lebanon Minta Bantuan Yunani Jalankan Perjanjian Damai dengan Israel
UNIFIL Sebut Aktivitas Militer di Lebanon Selatan Menurun
Pasukan PBB Catat Lonjakan Serangan Militer Israel Terparah di Lebanon
Keyword : Lebanon IsraelBom IsraelPerang Lebanon