Senin, 31/08/2026 14:48 WIB
Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump merencanakan pengenaan sanksi terhadap bank tambahan pada pekan ini. Langkah ini merupakan bagian dari eskalasi strategi untuk mengisolasi Iran secara ekonomi dari sistem keuangan internasional.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa Washington tidak ragu mengambil tindakan ekstrem untuk menekan negara-negara serta lembaga finansial yang masih bertransaksi dengan Teheran.
"Ini akan menjadi kekerasan finansial jika kami terpaksa melakukannya. Kami ingin menunjukkan bahwa kami tahu siapa Anda, Anda tahu siapa Anda, dan tindakan ini harus segera dihentikan," ujar Bessent dalam wawancara bersama The Associated Press pada Minggu (30/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bessent menjelang rangkaian pertemuan G20 di Asheville, Carolina Utara. Dalam agenda tersebut, dia dijadwalkan melangsungkan pertemuan bilateral dengan para menteri keuangan dari negara-negara maju dan berkembang untuk menggalang kerja sama penekanan terhadap Iran.
AS Kerahkan Kapal Induk USS Theodore Roosevelt ke Timur Tengah
AS Klaim Selat Hormuz Sudah Bebas Ranjau Iran
Dinas Rahasia AS Selidiki Ancaman Pembunuhan Anak Trump
Strategi baru ini menandai pergeseran fokus pemerintah AS dari serangan militer penuh menuju penekanan ekonomi terstruktur pasca-enam bulan pertempuran meletus. Pihak Gedung Putih bahkan mengistilahkan pendekatan baru ini sebagai "economic D-Day".
Di tengah upaya penekanan ekonomi, bentrokan militer kembali pecah pada Minggu. Pasukan AS melancarkan serangan terhadap peluncur roket Iran di kawasan Selat Hormuz, sekaligus menjadi aksi militer pertama dalam sebulan terakhir yang mengakhiri periode jeda pertempuran. Iran mengutuk keras serangan tersebut dan bersumpah melakukan pembalasan.
Di sisi diplomasi ekonomi, fokus utama tertuju pada respons Washington terhadap China, yang merupakan mitra dagang terbesar sekaligus pembeli utama minyak mentah Iran.
Bessent menyatakan bahwa dirinya akan berdiskusi langsung dengan utusan China di forum G20, dan menegaskan bahwa seluruh opsi berada di atas meja terkait potensi sanksi bagi Beijing.
Kendati demikian, Bessent menepis anggapan bahwa AS ragu menindak China. Dia menekankan bahwa Washington dan Beijing memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya stabilitas pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencegahan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.
Sebelumnya pada Jumat, Departemen Keuangan AS memulai langkah awal penekanan ekonomi dengan mengajukan rancangan aturan yang, jika disahkan, akan memutus akses cabang bank asal Mesir, Banque Misr, di Uni Emirat Arab dari sistem keuangan AS.