Google Maps Bantu AS "Caplok" Danau Ontario Kanada

Senin, 31/08/2026 14:38 WIB

Washington, Jurnas.com - Google mengubah penamaan Danau Ontario menjadi `Danau Amerika` pada aplikasi Google Maps yang diakses oleh pengguna di wilayah Amerika Serikat sejak Minggu (30/8/2026). Perubahan ini dilakukan menyusul pengumuman Presiden Donald Trump yang secara sepihak mengubah nama danau di perbatasan tersebut.

Meski demikian, pihak Google mengonfirmasi bahwa pengguna di Kanada akan tetap melihat nama asli `Danau Ontario`, penamaan yang berakar dari bahasa suku asli yang telah digunakan sejak abad ke-17. Sementara untuk pengguna di luar AS dan Kanada, kedua nama tersebut akan ditampilkan berdampingan.

"Kami memperbarui Google Maps untuk merefleksikan perubahan nama dari sumber resmi pemerintah, yaitu GNIS (Geographic Names Information System) untuk wilayah AS," bunyi pernyataan resmi Google melalui blog perusahaan, sebagaimana dikutip dari AFP pada Senin (31/8).

Langkah yang diambil Google ini mirip dengan penyesuaian yang dilakukan saat Trump mengubah nama Teluk Meksiko menjadi `Teluk Amerika` pada Januari 2025 lalu. Di sisi lain, aplikasi pemetaan Apple Maps pada perangkat iPhone di AS dilaporkan masih mempertahankan nama Danau Ontario.

Perselisihan penamaan geografis ini memicu kritik keras dari Kanada di tengah memanasnya perang dagang antara kedua negara sekutu tersebut. Perdana Menteri Provinsi Ontario, Doug Ford, mengecam langkah perubahan nama tersebut dan menyebut perselisihan ini sangat mengecewakan.

"Ini benar-benar langkah mundur. Tidak akan ada orang yang memanggilnya Lake America," ujar Ford dalam wawancara di acara This Week kanal ABC.

Ford juga memperingatkan bahwa perang tarif yang dilancarkan Washington akan berdampak buruk bagi perekonomian AS sendiri. Kanada merupakan pembeli kendaraan terbesar produksi AS, sehingga pengenaan tarif impor suku cadang dinilai hanya akan membebankan pajak tambahan bagi warga AS.

Di saat bersamaan, Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap industri otomotif Kanada melalui platform Truth Social. Trump mengancam akan menaikkan tarif impor untuk suku cadang dan produk asal Kanada hingga 50 persen.

Merespons ancaman tersebut, Kanada telah menerapkan tarif balasan sebesar 15 hingga 50 persen terhadap berbagai barang impor dari AS.

TERKINI
Korban Banjir Nepal Tembus 903 Jiwa, Ribuan Orang Masih Hilang AS Bakal Perbarui Daftar Bank yang Disanksi karena Bantu Iran Google Maps Bantu AS "Caplok" Danau Ontario Kanada HUT Ke-81 MPR/DPR, Plt. Sesjen MPR: Demokrasi Harus Terus Beradaptasi