Jum'at, 28/08/2026 07:47 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan negaranya tetap terus menjual minyak meskipun ada blokade laut oleh Amerika Serikat.
"Saat ini, penjualan minyak terus berlanjut dan menjangkau pelanggan jauh di luar perairan teritorial kami," kata Paknejad kepada media daring Jamaran pada Kamis.
Paknejad mengakui bahwa volume penjualan menurun setelah blokade laut kembali diberlakukan. Dia tak mengungkapkan rincian lebih lanjut, dengan alasan "musuh" dapat menyalahgunakan informasi tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati mengatakan ekspor minyak Iran nyaris terhenti akibat kondisi yang sedang terjadi di kawasan tersebut.
RI-Malaysia-Singapura Pastikan Selat Malaka Tetap Aman
Trump Sebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka Parah
Iran-Oman Sepakati Jalur Transit Sementara 7 Mil di Selat Hormuz
Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan mereka sendiri.
Pada pertengahan Juni, Iran dan AS sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian, kedua negara itu kembali saling melancarkan serangan.
Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai AS tidak lagi campur tangan di kawasan tersebut. Pengumuman penutupan selat itu dilakukan setelah adanya gelombang serangan balasan baru antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Selanjutnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Trump juga memberlakukan kembali blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sumber: Sputnik/Ria Novosti