Irak Gagalkan Pembuatan Drone Ilegal di Baghdad

Kamis, 27/08/2026 16:55 WIB

Baghdad, Jurnas.com - Dinas Keamanan Nasional Irak berhasil menggagalkan upaya pembuatan pesawat nirawak (drone) di dalam wilayah kota Baghdad. Hal ini disampaikan juru bicara Arshad Al-Qaim, pada Kamis (27/8/2026).

Dalam konferensi pers resmi, Al-Qaim juga mengungkapkan pencapaian operasional lembaga selama semester pertama 2026, sebagaimana dikutip dari Arab News.

Sepanjang periode tersebut, dinas keamanan menangani 754 serangan siber serta menindak 2.740 akun media sosial yang dinilai mengancam kedamaian masyarakat.

Dari sisi keuangan negara, lembaga tersebut berhasil menyelamatkan lebih dari 93 miliar dinar Irak untuk kas negara. Selain itu, otoritas menyita dana senilai USD$14 juta dan 12 miliar dinar Irak yang kemudian disetorkan langsung ke Bank Sentral Irak.

Al-Qaim menambahkan bahwa pihak keamanan menangkap 40 anggota dan pimpinan dari organisasi sayap Partai Baath yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah.

Petugas juga membongkar dua kelompok yang diduga merencanakan penyerangan terhadap tokoh-tokoh politik dan pejabat keamanan, serta melakukan pengintaian terhadap lokasi-lokasi vital negara.

Sementara itu di wilayah Al-Muthanna, dinas keamanan membongkar jaringan pemalsuan dokumen tanah. Operasi tersebut berujung pada penangkapan 61 tersangka dan pemaparan lebih dari 90 transaksi palsu yang melibatkan dana publik senilai sekitar 2 miliar dinar Irak.

TERKINI
Banjir Bandang Nepal, Hampir 1.500 Orang Masih Hilang Irak Gagalkan Pembuatan Drone Ilegal di Baghdad Asap Karhutla Lintas Negara, Puan Minta Kemlu Perkuat Koordinasi Sebagian Masaa Diblokade untuk Menuju ke Depan Gedung DPR RI