Trump Klaim Selat Hormuz Bersih dari Ranjau, Ingatkan Iran `Zero Toleran`

Rabu, 26/08/2026 08:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah berhasil dibersihkan atau diledakkan. Ia sekaligus memperingatkan Iran agar tidak menempatkan kembali ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa melalui platform media sosial Truth Social. Trump mengatakan Iran telah diberi peringatan bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan menghadapi tindakan militer.

“Iran telah diberi tahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan segera dihancurkan secara sistematis,” tulis Trump dikutip dari Anadolu, Rabu (26/8).

Trump juga menegaskan kebijakan “zero tolerance” terhadap pemasangan ranjau di Selat Hormuz.

Menurut Trump, Amerika Serikat menggunakan teknologi Space Force untuk memantau setiap bagian dari jalur strategis tersebut. Ia menyebut pemantauan itu mencakup “setiap inci persegi” Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu rute penting bagi perdagangan energi dunia.

Ancaman ranjau di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan risiko terhadap kapal komersial dan memperbesar ketegangan di kawasan.

Trump dalam pernyataannya juga menyebut Pickaxe Mountain serta tiga lokasi nuklir lain yang sebelumnya disebut telah dihancurkan.

Pernyataan Trump muncul ketika Selat Hormuz masih menjadi salah satu isu utama dalam ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama terkait keamanan pelayaran dan akses kapal melalui jalur strategis tersebut.

Namun, berdasarkan data yang diberikan, Trump tidak menjelaskan secara rinci kapan operasi pembersihan ranjau dilakukan, berapa jumlah ranjau yang ditemukan, maupun pihak yang terlibat dalam operasi tersebut. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Fasilitas Intelijen AS di Timur Tengah Rusak Parah Gelombang Panas Eropa Tewaskan Sedikitnya 35.000 Orang Studi: Pohon Pegunungan Bergerak Berlawanan Saat Bumi Makin Panas Pasbata Soroti Wacana Prabowo Tak Sampai 2029: Apa Dasarnya?