Selasa, 25/08/2026 16:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Mata uang Iran anjlok ke rekor terendah di pasar terbuka pada Senin (24/8), beberapa jam sebelum Amerika Serikat (AS) mengumumkan gelombang baru sanksi yang ditujukan untuk semakin mengisolasi Teheran.
Rial turun ke level 2,02 juta rial per dolar AS saat perdagangan dibuka di pasar valuta asing, sementara nilai tukar resmi yang ditetapkan oleh Bank Sentral Iran berada di sekitar 1,5 juta rial per dolar AS.
Mata uang tersebut, yang sudah berada di bawah tekanan sebelum serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari, terus mencatat rekor terendah baru karena konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan semakin membebani perekonomian Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin memperingatkan adanya "D-Day Ekonomi" bagi Iran, seraya mengumumkan apa yang disebutnya sebagai serangan ekonomi terhadap jaringan keuangan Iran di seluruh dunia.
Trump Sebut Iran Runtuh Total di Tengah Konflik dengan AS
Fokus Perang Iran, AS Batal Gelar Latihan Militer Bersama Korea Selatan
Iran Sebut Kapal yang Melanggar Aturan Selat Hormuz Dapat Disita
Menurut Departemen Keuangan AS, sanksi baru tersebut menargetkan lima sektor utama, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.