Houthi Sebut Serang Kapal Tanker di Laut Merah

Selasa, 25/08/2026 15:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kelompok Houthi di Yaman pada Senin (24/8) mengatakan telah menembakkan rudal balistik ke sebuah kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah di lepas pantai kota pelabuhan Yanbu.

Mereka mengeklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone terpisah terhadap pasukan militer Arab Saudi dan sebuah konvoi di dekat perbatasan.

Dalam pernyataan yang disiarkan Al-Masirah TV yang berafiliasi dengan Houthi, juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan kapal tanker bernama "Amzan" terkena serangan di Laut Merah utara dan memicu kebakaran di kapal.

Sarea menyebut serangan tersebut tepat dan langsung serta mengatakan sejumlah kapal lain meninggalkan kawasan itu pascaserangan.

Dikatakan oleh Sarea serangan itu merupakan bagian dari larangan pelayaran yang diberlakukan Houthi terhadap kapal-kapal Arab Saudi berdasarkan kebijakan yang mereka sebut blokade dibalas blokade.

Sebelumnya pada Senin, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengatakan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal sekitar 63 mil laut di Yanbu barat, tanpa mengidentifikasi kapal tersebut ataupun menyebut pihak yang bertanggung jawab.

Sarea juga mengatakan pasukan Houthi menargetkan apa yang dia sebut sebagai konvoi militer Saudi di Provinsi Hadramout yang kaya minyak, di Yaman tenggara, dekat perbatasan dengan Arab Saudi.

Dia mengeklaim serangan itu telah menghancurkan atau membakar lebih dari 10 truk militer yang membawa senjata dan masuk ke Yaman dari wilayah Saudi.

Dalam operasi terpisah, dia mengatakan pasukan Houthi menyerang konsentrasi pasukan Arab Saudi di Provinsi Al-Jawf, Yaman Utara. Dia mengeklaim serangan itu menewaskan atau melukai puluhan orang, termasuk komandan dan perwira, serta menghancurkan sejumlah gudang senjata.

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, sementara otoritas Arab Saudi belum memberikan komentar.

Serangan terbaru itu terjadi di tengah eskalasi yang lebih luas sejak Houthi mengumumkan larangan terhadap lalu lintas maritim yang terkait dengan Arab Saudi pada 20 Juli.

Houthi mengeklaim telah melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Arab Saudi serta berbagai sasaran di dalam wilayah negara kerajaan itu.

Pasukan pemerintah Yaman juga meningkatkan serangan drone terhadap posisi-posisi yang dikuasai Houthi, sementara Houthi mengintensifkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah di Marib dan sepanjang pesisir barat.

Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian banyak wilayah di Yaman utara, sehingga mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada tahun berikutnya guna mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. (Ant)

TERKINI
Korban Gempa Venezuela Tembus 6.509 Orang Mata Uang Iran Anjlok ke Rekor Terendah Saat AS Siapkan Sanksi Baru Houthi Sebut Serang Kapal Tanker di Laut Merah Dharma Lautan Utama Salurkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT