Jum'at, 21/08/2026 18:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi X DPR RI tengah memutakhirkan data kerusakan satuan pendidikan terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan tepat sasaran.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan, pemutakhiran data mencakup seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi.
“Kami di Komisi X sedang memutakhirkan data kerusakan sekolah-sekolah kita di seluruh satuan pendidikan. Kemudian, kami sedang menginventarisasi jumlah siswa-siswi, guru, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak atau menjadi korban,” kata Lalu dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (21/8).
RUU Penyiaran Diharapkan Lindungi Kreator Digital dan Masyarakat
Lasarus: Jangan Tunggu Anggaran, Penanganan Bencana NTT Harus Segera Jalan
Puan Minta Pemerintah Prioritaskan Pelindungan Masyarakat di Kalimantan
Politikus PKB ini menjelaskan, data tersebut penting sebagai dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk rehabilitasi sarana pendidikan dan pemenuhan kebutuhan warga sekolah yang terdampak bencana.
Komisi X, lanjut Lalu, mendorong pemerintah segera mengambil sejumlah langkah strategis. Di antaranya mempercepat revitalisasi dan rehabilitasi satuan pendidikan, menyediakan sekolah atau fasilitas pembelajaran darurat, serta memberikan dukungan psikologis bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Trauma healing (penyembuhan trauma) menjadi hal yang sangat penting dilakukan saat-saat ini dalam rangka mengembalikan kepercayaan, khususnya siswa-siswi dan guru-gurunya, tentu agar siap melaksanakan proses belajar mengajar,” ujarnya.
Lalu menegaskan, pemulihan sektor pendidikan tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan sekolah yang rusak. Kondisi psikologis siswa, guru, dan tenaga kependidikan juga harus menjadi perhatian pemerintah.
Dalam waktu dekat, Komisi X DPR RI juga akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah satuan pendidikan yang terdampak gempa bersama kementerian terkait. Kunjungan tersebut sekaligus untuk menyalurkan bantuan dan melihat secara langsung kebutuhan di lapangan.
“Komisi X mendorong kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, dan seluruh pemangku kepentingan, ayo kita sama-sama benahi, kita bantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di NTT,” tegasnya.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Sementara itu, Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI telah meninjau sejumlah wilayah terdampak pada Minggu (16/8). Peninjauan dilakukan untuk mengawal percepatan penanganan korban sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.