Kamis, 20/08/2026 16:20 WIB
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan pemulihan jalan dan jembatan nasional imbas bencana gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai langkah cepat agar akses transportasi tidak terputus, Kementerian PU tengah mendatangkan jembatan darurat alias Bailey dari provinsi terdekat.
"Ini kita narik bailey dari beberapa provinsi yang terdekat supaya bisa pasang bailey. Jadi ke depan akan ada dua jembatan," kata Dody saat ditemui di Kompleks DPR RI, pada Kamis (20/8).
Selain itu, ia menyebutkan bahwa fokus utama saat ini diarahkan ke jalur yang menghubungkan akses penting, termasuk area Pelabuhan Reo yang memiliki depo Pertamina.
Bawa Bantuan untuk Korban Gempa NTT, KM Tidar Tiba di Maumere
Komisi X Minta Data Kerusakan Sekolah Terdampak Gempa NTT Dimutakhirkan
Legislator PKB: Gempa NTT Jangan Sampai Hambat Proses Belajar Mengajar
"Pelabuhan Reo itu ada deponya Pertamina. Jadi kalau kalau ini sampai kemudian aksesnya buntu, repot tuh. BBM pasti yang tersalur ke Ruteng yang tersalur ke Ende pasti akan berhenti semua," katanya.
Terlebih kata dia, gempa bumi saat ini masih mengguncang wilayah NTT yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang sangat masif. Selain memicu longsoran, bencana gempa dilaporkan juga telah merobohkan jembatan di Manggarai Timur serta melumpuhkan jaringan air bersih.
"Hari ini ada gempa lagi tapi gempanya itu lebih dekat kepada dari laut lebih dekat ke daratan sehingga kerusakannya lebih masif," ujar dia.
Di samping kendala transportasi, kerusakan parah juga menghantam infrastruktur air bersih. Akibat kerusakan ini, mayoritas pengungsi kini mengeluhkan krisis air bersih.
Dody mencontohkan kondisi di Nagekeo, yang mana akibat gempa ini Kota Mbay hampir lumpuh total akibat terdampak gempa secara menyeluruh.
Untuk mengatasi krisis air itu, Kementerian PU sementara mengerahkan tangki-tangki air ke titik-titik pengungsian dan fasilitas kesehatan utama.
"Sementara waktu itu kita pakai tangki-tangki air, kita masukin ke hydrant-hydrant utama," ujarnya.
Sementara itu, Komisi V DPR RI mengusulkan untuk dibangun sumur bor sebagai upaya mengatasi krisis air di NTT, dengan begitu kebutuhan air bagi para pengungsi korban gempa bisa terpenuhi.