Pascagempa NTT, Beberapa Infrastruktur Pelabuhan Rusak

Sabtu, 15/08/2026 20:18 WIB

JAKARTA, Jurnas.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kondisi infrastruktur transportasi laut di sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa magnitude 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jasa, petugas, serta kelancaran operasional pelabuhan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud melalui keterangannya.

Dirjen Masyhud menginstruksikan kepada seluruh UPT di wilayah terdampak agar meningkatkan monitoring serta memeriksa dan mengamankan fasilitas pelabuhan yang berpotensi mengalami kerusakan lanjutan.

“Kami telah instruksikan kepada seluruh UPT terdampak untuk meningkatkan monitoring sekurang-kurangnya 24–48 jam, serta melakukan pemeriksaan terhadap struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik/BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, dan akses menuju pelabuhan,” ungkapnya.

 

Infrastruktur Rusak

Berdasarkan laporan yang diterima dari UPT Ditjen Perhubungan Laut, gempa bumi di wilayah NTT berdampak kerusakan pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi laut di wilayah tersebut. Beberapa pelabuhan yang terdampak antara lain:

1. Pelabuhan Laurentius Say/Maumere.

Bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh. Saat kejadian, kapal KM Bukit Siguntang milik PT Pelni sedang sandar di dermaga pelabuhan. Saat ini telah dilakukan langkah-langkah pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, petugas, serta area pelabuhan yang terdampak.

2. Pelabuhan Labuan Bajo

Terdapat kerusakan pada kantor dan terminal penumpang Pelabuhan Marina Labuan Bajo berupa keretakan tembok dan dermaga. Sementara itu, di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu ditemukan keretakan pada tembok bangunan kantor dan gudang.

Dampak terhadap pengguna jasa, beberapa perjalanan wisata yang dibatalkan sementara. Namun saat ini pelayaran sudah dibuka kembali setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan dermaga serta terminal penumpang dapat digunakan dengan aman.

3. Pelabuhan Marapokot

Fasilitas Pelabuhan Marapokot, khususnya causeway dan dermaga eksisting, dilaporkan mengalami penurunan elevasi. Kerusakan lain, pagar pembatas mengalami keruntuhan.

Selain ketiga pelabuhan tersebut, pelabuhan lain yang terdampak dan mengalami kerusakan ringan hingga sedang, yaitu Pelabuhan Reo, Pelabuhan Ende, Pelabuhan Waingapu. Sementara Pelabuhan Larantuka dilaporkan dalam keadaan aman dan tidak terdapat kerusakan.

TERKINI
Pakta Makkah Dinilai Berpotensi Jadi Poros Baru Negara Muslim Pascagempa NTT, Beberapa Infrastruktur Pelabuhan Rusak Pascagempa NTT, Kapal dan Pelabuhan ASDP Terpantau Aman Film Di Bawah Langit Timur, Hadirkan Kisah Cinta Tanah Air dari Papua