Jum'at, 14/08/2026 20:09 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menegaskan partainya tidak mempersoalkan pertemuan sejumlah sekretaris jenderal (sekjen) partai politik koalisi pemerintahan yang digelar di Jakarta, Kamis (13/8).
Andreas mengaku belum mengetahui secara rinci agenda pertemuan para sekjen partai politik yang berlangsung di kediaman Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono tersebut.
“Enggak tahu saya, itu urusan orang,” kata Andreas saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Instruksi Presiden Usut Tambang Ilegal Harus Segera Ditindaklanjuti
Puan Sebut Pernyataan Prabowo soal PDIP Jadi Ajakan Bangun Kekompakan
Pakar Pendidikan Harus Dilibatkan dalam Pembaruan Buku Pelajaran Nasional
Saat kembali ditanya mengenai agenda pertemuan tersebut, Andreas menegaskan dirinya belum mengetahui informasi lebih jauh.
“Enggak ada, enggak ada. Saya enggak tahu nih,” ujarnya.
Meski demikian, Andreas memastikan PDI Perjuangan tidak mempermasalahkan pertemuan yang dihadiri sejumlah sekjen partai politik tersebut.
“Enggak apa-apa,” katanya.
Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Sugiono mengundang sejumlah sekjen partai politik ke kediamannya di Jakarta, Kamis malam. Pertemuan tersebut digelar dalam rangka silaturahmi menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sugiono mengatakan pertemuan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarpartai politik.
“Ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono.
Pertemuan tersebut dihadiri sekjen sejumlah partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan, baik partai yang memiliki kursi di parlemen maupun partai nonparlemen.
Sejumlah partai yang hadir antara lain Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima).