Hari Peringatan Bom Atom Nagasaki 9 Agustus, Ini Sejarahnya

Minggu, 09/08/2026 03:03 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 9 Agustus menjadi salah satu tanggal paling kelam dalam sejarah peradaban modern.

Pada hari tersebut di tahun 1945, kota industri dan pelabuhan Nagasaki di Jepang luluh lantak akibat ledakan bom atom kedua yang dijatuhkan oleh pasukan Sekutu.

Peringatan tahunan yang digelar setiap 9 Agustus kini bukan sekadar seremonial duka, melainkan seruan abadi bagi komunitas global akan bahaya kehancuran senjata nuklir.

Petaka di Nagasaki berawal dari dinamika akhir Perang Dunia II di kawasan Pasifik. Tiga hari setelah bom atom pertama "Little Boy" meratakan Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Amerika Serikat meluncurkan serangan atom lanjutan.

Pesawat pembom B-29 bernama Bockscar yang dipiloti Mayor Charles Sweeney lepas landas membawa bom plutonium berdaya ledak tinggi yang dijuluki "Fat Man".

Menariknya, Nagasaki bukanlah target utama dalam misi militer tersebut. Kota Kokura awalnya ditetapkan sebagai sasaran primer karena memiliki pabrik persenjataan besar.

Namun, ketika pesawat Bockscar tiba di atas langit Kokura, pandangan visual pilot terhalang oleh asap tebal dan awan mendung.

Setelah memutar selama beberapa kali dan kehabisan bahan bakar, komando penerbangan memutuskan untuk mengalihkan sasaran ke target sekunder, yakni Nagasaki.

Tepat pukul 11:02 siang waktu setempat, bom "Fat Man" dilepaskan dan meledak pada ketinggian sekitar 500 meter di atas lembah Urakami, pusat industri senjata dan kawasan pemukiman padat di Nagasaki.

Daya ledaknya diperkirakan setara dengan 21 kiloton TNT, lebih besar dibanding bom yang dijatuhkan di Hiroshima.

Seketika ledakan terjadi, gelombang panas ekstrem mencapai jutaan derajat Celsius membakar kawasan dalam radius beberapa kilometer. Angin bertekanan maha dahsyat merubuhkan bangunan beton dan rumah-rumah kayu.

Diperkirakan antara 35.000 hingga 40.000 jiwa tewas seketika pada hari kejadian, dan jumlah korban terus melonjak hingga melampaui 70.000 jiwa hingga akhir tahun 1945 akibat luka bakar parah serta pajanan radiasi nuklir (hibakusha).

Topografi Nagasaki yang berbukit-bukit sedikit menahan sebaran radiasi dibanding Hiroshima yang berdataran rendah, namun kehancuran di pusat ledakan tetaplah bersifat total.

Dampak ganda dari pemboman Hiroshima dan Nagasaki, ditambah dengan masuknya Uni Soviet ke dalam perang Pasifik, memaksa Kekaisaran Jepang mengambil keputusan dramatis.

Pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyiarkan pidato kekaisaran yang menyatakan penyerahan diri Jepang tanpa syarat kepada Sekutu, yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia II.

Kini, lokasi episentrum ledakan telah diubah menjadi Taman Perdamaian Nagasaki (Nagasaki Peace Park). Setiap tanggal 9 Agustus pukul 11:02 pagi, lonceng perdamaian dibunyikan dan masyarakat mengheningkan cipta untuk mengenang para korban.

Peringatan ini menegaskan kembali pesan utama kota Nagasaki kepada dunia: menjadi kota terakhir di bumi yang pernah dihantam oleh senjata nuklir.

TERKINI
Inilah 10 Ikon yang Identik dengan Provinsi Riau Tak Takut Sendirian, Ini Rahasia Hati yang Dipenuhi Iman Mengapa Niat Baik Bisa Menjadi Nilai Penting dalam Amal? Rasulullah Ingatkan Larangan Mencela Angin, Waktu, dan Hari