Rabu, 05/08/2026 13:45 WIB
Washingtong, Jurnas.com - Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan hampir 80 persen stok rudal pencegat THAAD dan sekitar separuh dari pasokan Patriot sejak pecahnya perang dengan Iran.
Sejumlah komandan militer memperingatkan bahwa cadangan amunisi vital AS kini berada pada tingkat yang "sangat mengkhawatirkan," sebagaimana dilaporkan CNN mengutip beberapa sumber internal.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa kekhawatiran atas menipisnya sistem pertahanan udara telah mencuat sebelum Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu.
Negara-negara Teluk juga dilaporkan merasa cemas bahwa kelangkaan stok amunisi ini dapat membatasi kemampuan mereka untuk mencegat serangan rudal dan drone Iran apabila Amerika Serikat kembali meningkatkan eskalasi militer.
Tahan Serangan Besar-besaran, Trump Klaim Iran Minta Jalur Perundingan
Imbas Perang Iran, Tingkat Kepuasan Trump Anjlok 35 Persen
AS Alihkan 44 Kapal, Iran Ancam Tembak Kapal Perang di Selat Hormuz
Sementara itu, Menteri Perang AS Pete Hegseth enggan membeberkan rincian angka pasti dan memilih mengecam isi laporan media tersebut.
"Kita belum cukup membenci media Fake News," tulis Hegseth melalui unggahan di platform X.
Usai berbulan-bulan melancarkan tekanan yang gagal terhadap Iran, mesin perang Amerika Serikat kini dinilai lebih banyak melemparkan bantahan ketimbang meluncurkan rudal pencegat.
Sumber: Sputnik