Dompet Boleh Tipis Gaya Tetap Estetik Ala Gen Z di FFI 2026

Sabtu, 19/09/2026 16:27 WIB

Jakarta, Jurnas.com- Kondisi ekonomi yang dinamis dan tingginya biaya hidup sering kali membuat anak muda merasa kesulitan. Namun, hal tersebut tidak menghentikan langkah mereka untuk tetap tampil gaya. Oleh karena itu, kemampuan mengelola uang menjadi kunci penting agar dompet tetap aman. Berangkat dari tren ini, OCBC bersama NielsenIQ (NIQ) resmi meluncurkan Financial Fitness Index (FFI) 2026. Studi ini mengupas tuntas bagaimana kebiasaan finansial sekaligus gaya hidup generasi muda saat ini.

FFI 2026 mencatat skor financial fitness anak muda Indonesia berada di angka 39,64. Angka tersebut sedikit menurun dari 40,60 pada tahun sebelumnya. Meskipun demikian, di balik penurunan angka tersebut, ada vibes positif yang patut diapresiasi. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran anak muda untuk melek finansial justru semakin kuat.

Berdasarkan data FFI, persentase anak muda dengan skor kesehatan finansial di atas rata-rata naik dari 28% menjadi 29%. Selain itu, kebiasaan rutin menyisihkan uang untuk ditabung juga melonjak dari 89% menjadi 92%.

Kendati demikian, masih ada tantangan gaya hidup yang sering dilupakan. Sebanyak 55% anak muda merasa perencanaan keuangan mereka sudah sangat matang. Namun, 80% dari mereka justru belum pernah mencatat pengeluaran harian. Sebagai hasilnya, baru 27% saja yang benar-benar memiliki dana darurat. Menurut Nielsen, literasi finansial ini harus segera diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Studi FFI 2026 menunjukkan bahwa di tengah score FFI yang menurun, namun terlihat kebutuhan untuk mempertahankan pemenuhan keuangan dasar masih kuat, seperti pemenuhan sehari-hari dan pembayaran hutang. Yang menarik, kita juga melihat semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan. Ini menunjukkan adanya awareness yang berkembang dan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan finansial ke depannya,” ujar Inggit Primadevi, Director Strategic Analytics & Insight, NielsenIQ Indonesia.

Punya dana darurat ternyata bukan cuma soal keamanan finansial, tetapi juga tiket untuk berinvestasi lebih serius. Kelompok anak muda yang sudah memiliki dana darurat terbukti jauh lebih berani menjajal instrumen investasi kompleks. Contohnya mulai dari saham, deposito, reksa dana, hingga forex.

Berdasarkan catatan FFI, sebanyak 9% pemilik dana darurat sudah terjun ke investasi kompleks. Sementara itu, kelompok yang belum punya dana darurat baru menyentuh angka 4%. Selain itu, 14% dari pemilik dana darurat sedang mempertimbangkan instrumen investasi tingkat lanjut. Sebaliknya, kelompok tanpa dana darurat yang memikirkan hal serupa hanya ada di angka 2%.

Hal ini membuktikan bahwa fondasi finansial yang matang memberi kebebasan lebih. Oleh sebab itu, anak muda bisa merencanakan masa depan tanpa harus mengorbankan impian jangka panjang mereka.

“Bagi OCBC, sehat secara finansial bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi tentang memiliki fondasi dan perencanaan yang membuat kita mampu menghadapi ketidakpastian, sekaligus memiliki ruang untuk bertumbuh. Karena itu, perjalanan finansial perlu dimulai dari memahami kondisi kita, menentukan prioritas, membangun resilience, dan kemudian mengembangkan kekayaan sesuai tujuan dan profil masing-masing. Jadi bukan hanya tahu ilmunya, tetapi juga harus mengaplikasikannya dengan bijak dan konsisten,” ujar Lauda Muliana, Personal Banking Segment Head, OCBC.

Kabar baiknya, riset FFI 2026 juga mematahkan mitos bahwa hidup hemat itu membosankan. Mereka yang punya tabungan, dana darurat, dan investasi terbukti lebih jago nge-date atau nongkrong tanpa takut stres finansial. Artinya, financial fitness sama sekali bukan berarti merusak keseruan lifestyle. Sebaliknya, hal ini mengajarkan seni mengatur prioritas agar pengeluaran tetap sejalan dengan kemampuan dompet.

Sejalan dengan gaya hidup anak muda yang serba cepat, OCBC menghadirkan solusi wealth management yang asyik melalui tiga pilar utama. Pertama-tama, pendekatan bersifat personal, di mana strategi keuangan bisa disesuaikan dengan vibe dan profil risiko masing-masing. OCBC menyediakan fitur Financial Fitness Check Up (FFCU) serta For Your Investment agar investasi tidak salah arah. Kedua, pendekatan serba digital. Semua urusan finansial bisa diakses anti ribet lewat OCBC Mobile. Ketiga, pendekatan inklusif yang memastikan semua kalangan bisa ikut merencanakan masa depan.

“OCBC percaya bahwa sehat secara finansial bisa berjalan beriringan dengan menikmati lifestyle. Nyala Festival ini adalah salah satu manifestasi dari OCBC, yang memperlihatkan bahwa edukasi, insight, dan perencanaan finansial bisa berjalan beriringan juga dengan lifestyle dan fun, mendorong masyarakat untuk semakin #FUNanciallyFit,” tutup Lauda.

TERKINI
Statistik Head to Head Borneo FC vs Bali United Sidang Tipikor Bea Cukai, Ahmad Dedi Bantah Minta 500 Juta Dompet Boleh Tipis Gaya Tetap Estetik Ala Gen Z di FFI 2026 3 Tanda Riya yang Sering Tidak Disadari dalam Kehidupan Sehari-hari