Jum'at, 31/07/2026 07:07 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sikap rendah hati atau tawadhu menjadi salah satu akhlak yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Sifat ini mencerminkan kesadaran bahwa segala nikmat, ilmu, dan kedudukan yang dimiliki berasal dari Allah SWT, sehingga tidak ada alasan untuk bersikap sombong.
Menantu Nabi Muhammad SAW sekaligus Khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib RA memberikan pesan yang menegaskan pentingnya tawadhu.
Beliau berkata:
Tata Cara Mandi Taubat: Ini Bacaan Doa, Niat dan Artinya
Tafsiran Surah Al-Ikhlas Lengkap dengan Maknanya
Bacaan Surah Al-Falaq: Tafsiran, Makna dan Artinya
عَلَيْكَ بِالتَّوَاضُعِ فَإِنَّهُ مِنْ أَعْظَمِ الْعِبَادَةِ
Artinya: "Hendaklah kamu rendah hati, karena sesungguhnya itu termasuk ibadah yang paling besar." (Bihar al-Anwar, Jilid 72, hlm. 119).
Pesan ini mengingatkan bahwa ibadah tidak hanya diwujudkan melalui salat, puasa, atau amalan ritual lainnya, tetapi juga melalui akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Seseorang yang bersikap tawadhu akan lebih mudah menghargai orang lain, menghindari kesombongan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Di tengah kehidupan yang sering mendorong seseorang untuk mengejar pengakuan dan pujian.
Nasihat Ali bin Abi Thalib menjadi pengingat bahwa kerendahan hati justru menjadi salah satu jalan menuju kemuliaan di sisi Allah SWT.