Legislator Imbau Publik Tak Terprovokasi Isu SARA

Senin, 27/07/2026 18:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa bentrokan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, terutama narasi yang berupaya membenturkan kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Maruli menilai penyebaran isu-isu provokatif di media sosial hanya akan memperkeruh situasi, memperluas konflik, serta merusak persaudaraan yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.

“Perbedaan latar belakang tidak boleh dijadikan alasan untuk saling mencurigai ataupun membenci. Jangan biarkan peristiwa pidana dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan bangsa melalui narasi SARA. Mari kita serahkan sepenuhnya penyelesaian perkara ini kepada proses hukum,” kata Maruli dalam keterangan tertulis, Senin (27/7).

Menurutnya, Indonesia dibangun di atas nilai-nilai kebersamaan, musyawarah, dan persatuan. Karena itu, setiap persoalan sosial harus diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum, bukan dengan kekerasan maupun tindakan balas dendam.

“Dalam setiap persoalan, kita harus mengedepankan dialog, saling menghormati, dan penyelesaian yang berlandaskan hukum. Dengan demikian, stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial dapat terus terpelihara,” ujarnya.

Maruli juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, persatuan nasional merupakan modal utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus memastikan keberlangsungan pembangunan.

Ia menegaskan, Indonesia adalah bangsa yang telah terbukti mampu hidup dalam keberagaman, sehingga setiap perbedaan tidak boleh dijadikan alat untuk memecah belah persatuan.

“Jangan memberi ruang bagi provokasi yang dapat memecah persaudaraan. Tegakkan hukum dengan adil, junjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, dan terus pelihara persatuan Indonesia demi masa depan bangsa yang damai, aman, dan berkeadilan,” tutup Maruli.

 

 

 

TERKINI
Wamentrans Dorong TEP Jadi Pemimpin Adaptif Majukan Kawasan Transmigrasi BGN Larang Dapur MBG Pakai Gas Melon, Minyakita, dan Beras SPHP Mengenal Ayat Mutasyabihat dalam Al-Qur`an Beserta Contohnya Pengganti Perry Warjiyo Harus Mampu Jaga Stabilitas Rupiah dan Inflasi