Senin, 27/07/2026 09:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan kembali dukungan terhadap kelompok Lebanon Hizbullah dan menyerukan penghentian serangan Israel terhadap negara itu secara "total dan tanpa syarat."
Pernyataannya disampaikan melalui perusahaan media sosial X pada Minggu sebagai tanggapan atas surat kesetiaan dari sekretaris jenderal Hizbullah dan anggota kelompok tersebut.
"[Republik Islam Iran] Menetapkan penjagaan keutuhan wilayah Lebanon serta penghentian agresi rezim Zionis secara mutlak dan tanpa syarat sebagai syarat utama untuk menyepakati pengakhiran perang yang dipaksakan oleh AS yang agresif ini," ujarnya.
Mojtaba menyebut Hizbullah berdiri teguh bagai "batu karang yang tak tergoyahkan sebagai garda terdepan" kelompok-kelompok yang melawan gempuran Israel.
Masih Bercokol di Selatan, Israel Langgar Kesepakatan dengan Lebanon
UNESCO Masukkan Kota Kuno Tyre Lebanon ke Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya
Tentara Lebanon Dikerahkan ke Selatan Pascapenarikan Israel
Pemimpin Iran tersebut menyatakan bahwa bangsa-bangsa di dunia "telah muak dengan kesewenang-wenangan dan penindasan" pemerintah AS serta Israel, "yang merupakan penghancur kehidupan dan generasi."
"Tidak ada lagi jalan ke depan selain jihad dan perlawanan," tegasnya.
Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel telah menewaskan 4.330 orang dan melukai 12.236 lainnya sejak 2 Maret.
Sebelumnya, Lebanon dan Israel telah menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS pada 26 Juni.
Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari semua wilayah Lebanon yang diduduki, namun tanpa mencantumkan jadwal waktu penarikan.
Sebaliknya, penyelesaian proses tersebut dikaitkan dengan tanggung jawab penuh keamanan yang diambil alih oleh tentara Lebanon di wilayah yang ditinggalkan pasukan Israel serta pelucutan senjata kelompok non-negara, termasuk Hizbullah.
Sementara itu, Israel terus menduduki sebagian wilayah selatan Lebanon, sebagian telah dikuasai selama beberapa dekade dan lainnya direbut selama perang sebelumnya antara Oktober 2023 dan November 2024.
Sumber: Anadolu