Ini Alasan 26 Juli Dirayakan Sebagai Hari Tahu Sedunia

Minggu, 26/07/2026 04:04 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Di balik populernya tahu sebagai bahan makanan sehari-hari, tanggal 26 Juli dirayakan oleh komunitas global sebagai Hari Tahu Sedunia (World Tofu Day).

Peringatan ini menjadi ajang tahunan untuk mengapresiasi keanekaragaman olahan kedelai sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Merangkum dari berbagai sumber, peringatan Hari Tahu Sedunia digagas pertama kali oleh The Society for the Protection of Animals Canada (Society for Animals in Need) bersama organisasi Vancouver Vegan Smile.

Penetapan hari khusus ini ditujukan untuk mengenalkan tahu sebagai alternatif protein nabati unggulan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bebas dari unsur eksploitasi hewan.

Pemilihan tahu sebagai simbol perayaan pangan sehat bukan tanpa alasan. Olahan makanan yang diperkirakan berasal dari Tiongkok sejak masa Dinasti Han lebih dari 2.000 tahun lalu ini telah berkembang menjadi bahan pangan lintas budaya.

Tahu kaya akan protein lengkap, zat besi, kalsium, serta bebas kolesterol, menjadikannya komponen penting dalam pola makan berbasis tumbuhan (plant-based diet).

Selain manfaat kesehatan, Hari Tahu Sedunia juga mengusung pesan kepedulian terhadap kelestarian bumi.

Produksi tahu dan protein nabati secara umum terbukti menghasilkan jejak karbon dan penggunaan air yang jauh lebih rendah dibandingkan industri peternakan.

Oleh karena itu, momentum ini dimanfaatkan oleh para aktivis lingkungan dan pegiat kuliner untuk mendorong pemanfaatan pangan berkelanjutan guna mengurangi dampak pemanasan global.

Di Indonesia, di mana tahu telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Nusantara seperti tahu sumedang, tahu gejrot, hingga tahu tempe goreng, peringatan ini turut menjadi ajang apresiasi bagi para pengrajin tahu lokal.

Perayaan setiap 26 Juli diisi dengan berbagai kampanye resep masakan kreatif, festival kuliner nabati, serta edukasi mengenai pentingnya diversifikasi gizi seimbang bagi masyarakat.

TERKINI
KPK Segel Ruang Kerja Dirjen Bea Cukai, Tapi Ada yang Lepas DPR Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa untuk Dorong Pembangunan dari Desa Korban Tewas Banjir Nepal Tembus 1.410 Orang, 5.650 Lainnya Masih Hilang Wabah Ebola di Kongo Meluas, 3.226 Orang Tewas