Trump dan Zelensky Bertemu Pekan Depan, Bahas Gencatan Senjata

Jum'at, 24/07/2026 22:02 WIB

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu di Washington pada Selasa pekan depan. Demikian keterangan pejabat Gedung Putih pada Jumat (24/7).

Dikutip dari Arab News, sumber dari Ukraina mengatakan bahwa Zelensky tertarik untuk melakukan perjalanan ke AS, tetapi timnya masih menunggu konfirmasi resmi mengenai jadwal Trump dari Gedung Putih.

Sumber tersebut menambahkan bahwa para pejabat Ukraina dan AS telah membahas usulan gencatan senjata udara untuk dibawa kepada para pejabat Rusia, sebagai bagian dari babak baru proposal perdamaian untuk mencoba mengakhiri perang yang dimulai pada 2022 dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa Ukraina telah mendekati Presiden Rusia Vladimir Putin di masa lalu dengan tawaran gencatan senjata, yang kemudian ditolak.

Namun, beberapa pejabat meyakini bahwa tekanan terhadap ekonomi Rusia akibat serangan drone dan rudal Ukraina yang terus berlanjut mungkin akan melunakkan sikap Putin.

Zelensky telah berbicara pada Rabu lalu dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengenai prospek dimulainya kembali pembicaraan damai dengan Rusia, dan mengatakan bahwa para pejabat Ukraina dan AS dapat bertemu di Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang.

Pada Jumat sebelumnya, aktivis sayap kanan sekaligus sekutu Trump, Laura Loomer, mewawancarai Zelensky dan mengatakan bahwa Presiden Ukraina itu telah memberitahunya bahwa ia kemungkinan akan berada di Amerika Serikat pekan depan untuk sebuah kunjungan yang akan mencakup pertemuan dengan Trump.

Loomer, dalam sebuah unggahan di platform X, menambahkan bahwa Zelensky mengatakan ia akan menghadiri pemakaman Senator AS Lindsey Graham, yang meninggal awal bulan ini.

Upacara peringatan untuk anggota parlemen dari Partai Republik tersebut akan diadakan pada Selasa di Washington, dan Trump akan memberikan sambutan menjelang pemakaman di negara bagian asal Graham, South Carolina, pada Rabu.

TERKINI
10 Keutamaan Sholat Berjamaah Menurut Al-Qur`an dan Hadis Bayi Prematur Bisa Sukses Saat Dewasa, Studi Ungkap Faktor Penentunya Jepang Bersiap Uji Coba Penambangan Logam Tanah Jarang Bawah Laut Presiden Bangladesh Mundur, Akui Alami Masalah Kesehatan