Jum'at, 17/07/2026 15:37 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden AS Donald Trump "kesal" dengan kritik publik pemimpin Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana penjualan jet tempur F-35 AS ke Turkiye, menurut laporan situs berita Axios, Kamis (16/7).
Mengutip dua pejabat Gedung Putih, media tersebut mengatakan bahwa tidak ada pertemuan yang dijadwalkan meskipun ada laporan di media Israel bahwa Trump akan menjamu Netanyahu pada Senin.
Seorang pejabat dilaporkan mengatakan bahwa Trump marah dengan pernyataan Netanyahu dalam wawancara dengan Fox News, tak lama sebelum presiden AS itu melakukan perjalanan ke Ankara untuk KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 7-8 Juli.
Pejabat kedua mengatakan Trump percaya Netanyahu "tidak berhak" untuk campur tangan dalam rencana penjualan senjata tersebut.
Warga Israel Berbondong-bondong Bikin Pemukiman di Tepi Barat
Trump Terus Tebar Ancaman Jika Teheran Tolak Berunding
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Pemimpin Israel itu dilaporkan telah meminta pertemuan dengan Trump selama lebih dari dua minggu. Dia telah mengunjungi Ruang Oval enam kali sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025.
Laporan di media Israel menunjukkan bahwa Netanyahu berencana untuk melakukan perjalanan ke Washington akhir pekan ini untuk menghadiri pemakaman mendiang Senator Lindsey Graham dan bertemu Trump pada Senin.
Perjalanan itu dibatalkan pada Kamis setelah upacara pemakaman Graham ditunda, kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Dua pejabat Gedung Putih dilaporkan mengatakan bahwa Netanyahu ingin bertemu Trump tetapi belum ada pertemuan yang dikonfirmasi atau dimasukkan dalam jadwal presiden.
"Kesan kami adalah Bibi (panggilan akrab Netanyahu) berusaha mewujudkan pertemuan itu," kata seorang pejabat seperti dikutip Axios.
Axios mengatakan para pejabat Gedung Putih tidak mengesampingkan kemungkinan pertemuan ketika Netanyahu akhirnya melakukan perjalanan ke Washington untuk upacara peringatan Graham.
Penundaan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Trump dan pemerintah Netanyahu terkait perang dengan Iran.
Laporan itu muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance, Rabu (15/7), menyatakan bahwa anggota pemerintah Israel berusaha untuk melemahkan upaya diplomatik Washington dengan Teheran dalam upaya untuk memperpanjang kampanye militer.
Sumber: Anadolu