Rabu, 15/07/2026 19:18 WIB
TANGERANG, Jurnas.com – AirNav Indonesia menyelenggarakan National Aviation Fuel Efficiency Forum (NAFEF) 2026 untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan efisiensi operasional penerbangan di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu (15/7/2026).
Forum yang diinisiasi Ikatan Pilot Indonesia (IPI) ini mempertemukan regulator, maskapai penerbangan, penyedia layanan navigasi, penyedia energi aviasi, manufaktur pesawat, akademisi, pengamat penerbangan, dan profesi pilot untuk merumuskan strategi efisiensi bahan bakar yang dapat diterapkan hingga tingkat operasional.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya membangun ketahanan industri melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, efisiensi bahan bakar kini menjadi isu strategis bagi industri penerbangan, seiring dinamika geopolitik, fluktuasi harga avtur, dan tuntutan pengurangan emisi karbon. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem penerbangan agar efisiensi tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga memperkuat keselamatan, daya saing, dan keberlanjutan industri.
Pendidikan Karakter Harus Jadi Benteng Cegah Kekerasan di Sekolah
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Terkait Korupsi Febrie Adriansyah
"Efisiensi bahan bakar tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi regulator, penyedia layanan navigasi penerbangan, maskapai, produsen pesawat, penyedia energi, hingga profesi pilot. Melalui NAFEF 2026, kami ingin mendorong lahirnya langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan bersama untuk mewujudkan penerbangan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan," ujar Capt. Avirianto.
Sebagai satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, dia menegaskan, AirNav Indonesia terus melakukan transformasi operasional melalui Free Route Operations (FRTO), Continuous Climb Operations (CCO), Continuous Descent Operations (CDO), direct routing, serta pengelolaan lalu lintas udara yang lebih optimal untuk mengurangi waktu tunggu (holding) di udara. Berbagai inovasi tersebut membantu maskapai menghemat konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi standar keselamatan penerbangan.
AirNav Indonesia juga tengah mempercepat implementasi Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE) sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan navigasi penerbangan. Sistem ini akan mengintegrasikan data operasional penerbangan sehingga pengelolaan arus lalu lintas udara menjadi lebih kolaboratif, prediktif, dan efisien.
Forum ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan, Pertamina Aviation, Boeing, Airbus, Ikatan Pilot Indonesia, serta pengamat penerbangan Alvin Lie. Diskusi juga mengangkat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Capt. Muammar Reza Nugraha, mengatakan NAFEF menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat operasional.
"Forum ini menjadi wadah bagi seluruh stakeholder untuk mengambil peran dan tanggung jawab dalam mewujudkan efisiensi bahan bakar. Kolaborasi yang dibangun diharapkan menghasilkan penerbangan yang semakin aman, nyaman, efisien, dan terjangkau," ujarnya.
Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie yang menjadi moderator dalam forum tersebut, menilai NAFEF 2026 menjadi forum yang tepat karena mempertemukan seluruh pihak yang berperan dalam efisiensi bahan bakar, mulai dari regulator, penyedia layanan navigasi, maskapai, produsen pesawat, hingga pilot.
"Diskusi seperti ini penting karena solusi efisiensi harus lahir dari pemahaman bersama seluruh pelaku industri. Pembahasan mengenai Sustainable Aviation Fuel juga menjadi langkah positif dalam mendukung keberlanjutan penerbangan di masa depan," kata Alvin Lie.
Melalui NAFEF 2026, AirNav Indonesia menegaskan perannya sebagai katalis kolaborasi industri untuk mendorong inovasi dan efisiensi operasional guna mewujudkan sistem penerbangan Indonesia yang semakin aman, efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.