Minggu, 12/07/2026 17:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dua orang tewas dan enam lainnya terluka dalam insiden penembakan di acara Salsa on St. Clair, sebuah festival terbesar budaya Latin di Toronto, Kanada, pada Sabtu malam (11/7) waktu setempat.
Kepolisian Toronto menjelaskan tak lama setelah pukul 20.00 waktu setempat (07.00 WIB pada Minggu), petugas segera dikerahkan menuju kawasan St. Clair Avenue West dan Arlington Avenue.
Saat kejadian, ribuan pengunjung, termasuk keluarga, anak-anak, dan lansia, sedang menghadiri pergelaran malam pertama festival budaya tersebut.
Wakil Kepala Kepolisian Toronto Frank Barredo mengatakan kepada wartawan bahwa insiden tersebut melibatkan aksi saling tembak antara beberapa orang yang diduga saling menargetkan satu sama lain.
Korban Tewas Akibat Ebola Tembus 625 Orang
25 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Sepekan Terakhir
Ledakan Pabrik Gas Tewaskan 13 Orang, Termasuk Pekerja Asing
Satu orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, tambah Barredo, sementara seorang lainnya kemudian meninggal di rumah sakit. Identitas kedua korban itu belum diumumkan.
Sementara itu, empat orang lain sempat dilarikan ke rumah sakit karena luka serius, di mana polisi kemudian mengatakan korban terluka keenam telah ditemukan.
Polisi Toronto belum menangkap terduga pelaku. Polisi sempat mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan adanya penembak aktif, tetapi Barredo kemudian mengatakan dugaan itu belum terbukti.
"Peringatan tentang penembak aktif itu kami keluarkan karena pada saat-saat awal kami belum mengetahui secara pasti situasi yang terjadi," kata Barredo.
Dia menambahkan bahwa informasi berkembang dengan cepat seiring berjalannya insiden tersebut.
Barredo menjelaskan petugas telah menyita dua senjata api dan sedang menangani tiga lokasi kejadian. Dia mengatakan penyelidikan cukup rumit karena banyaknya pengunjung, bukti video, dan keterangan saksi yang harus ditelaah oleh polisi.
Rekaman video mengenai kejadian setelah penembakan itu beredar di media sosial, yang memperlihatkan para pengunjung festival berlarian melintasi jalan dan gang di sekitar lokasi kejadian.
Petugas darurat juga tampak memberikan pertolongan kepada para korban saat polisi mengevakuasi area tersebut.
Sejumlah saksi mengatakan kepada media lokal bahwa pengunjung berlarian dalam kondisi panik, bahkan beberapa di antaranya terjatuh dan terinjak saat berusaha melarikan diri.
Sementara itu, Wali Kota Toronto Olivia Chow mengecam insiden penembakan tersebut sebagai tindak kekerasan yang sembrono dan tidak bertanggung jawab di sebuah festival yang dihadiri oleh banyak keluarga.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengaku terkejut atas serangan tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada polisi serta petugas tanggap darurat atas tindakan cepat mereka.
Salsa on St. Clair adalah festival jalanan tahunan yang berlangsung selama dua hari dan dikenal sebagai festival budaya Latin terbesar di Kanada.
Sumber: Anadolu