Minggu, 12/07/2026 16:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran sekaligus negosiator utama Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat, mengatakan masa kesepakatan sepihak telah berakhir di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
"Era kesepakatan sepihak telah berakhir. Kami sudah memperingatkan Anda, tepati janji Anda atau tanggung akibatnya. Kenyataan sudah di depan mata," tulis Ghalibaf di platform X, Minggu dini hari waktu setempat.
Unggahan Ghalibaf itu juga menyertakan gambar berisi kutipan Pasal 5 di "Memorandum of Understanding Islamabad", yang merupakan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran yang diteken pada 18 Juni lalu.
Pasal lima MOU Islamabad tersebut mengatur tentang pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan sorotan pada frasa "Republik Islam Iran akan membuat pengaturan".
Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran hingga Waktu yang Tidak Ditentukan
Perundingan Baru, AS Tuntut Iran Bebaskan Selat Hormuz
AS Dilaporkan Tak Ingin Israel Terlibat Serang Iran
Pernyataan Ghalibaf itu disampaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan dan instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk, sementara AS melancarkan babak ketiga serangan dengan mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan yang mereka lakukan tersebut untuk membalas Iran karena telah menembaki kapal dagang di Selat Hormuz dan menutup jalur laut strategis tersebut hingga waktu tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang.
Sumber: Anadolu