Erdogan Desak Sekutu NATO Cabut Pembatasan Industri Pertahanan

Rabu, 08/07/2026 21:16 WIB

Ankara, Jurnas.com - Presiden Turki Tayyip Erdogan mendesak negara-negara sekutu NATO untuk menghapus batasan industri pertahanan di antara mereka. Desakan ini bertujuan agar Ankara bisa terlibat dalam sejumlah program inisiatif yang selama ini hanya dikhususkan bagi negara-negara Eropa.

"Pembatasan di antara sekutu mengenai kerja sama pertahanan, terutama di industri pertahanan, harus dicabut," kata Erdogan pada pembukaan pertemuan puncak para pemimpin NATO di Ankara, pada Rabu (8/7).

"Pada saat model kerja sama yang didasarkan pada akal sehat dan nalar dimungkinkan, mengecualikan sekutu yang bukan anggota Uni (Eropa) akan mengarah pada perpecahan buatan di Eropa," dia menambahkan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump yang duduk berdampingan dengan Erdogan menyatakan niatnya untuk mencabut sanksi terhadap Turki sekaligus mempertimbangkan rencana penjualan jet tempur F-35. Namun, kedua rencana kebijakan Trump tersebut diprediksi akan mendapat penolakan keras dari Kongres AS.

Sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di tubuh NATO, Turki kini telah berkembang menjadi salah satu produsen dan pengekspor senjata utama dunia.

Walaupun Ankara terus menyuarakan keinginannya untuk bergabung dengan inisiatif keamanan Eropa seperti skema pendanaan SAFE, langkah mereka sejauh ini selalu dibatasi karena adanya jurang perbedaan secara politik maupun kebijakan.

Erdogan juga menegaskan bahwa Turki berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target pengeluaran pertahanan NATO sebesar 5 persen pada 2030 mendatang.

Selain itu, pemerintahannya telah mengucurkan anggaran tambahan senilai USD$24 miliar untuk proyek pertahanan udara Steel Dome (Kubah Baja), guna memperkuat sistem pertahanan udara dan rudal aliansi tersebut.

Lebih jauh, dia menambahkan bahwa negara-negara sekutu wajib memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam pertahanan blok tanpa harus mengorbankan persatuan di dalam aliansi itu sendiri.

TERKINI
Legislator PKS: Program Kemah Bela Negara Perkuat Semangat Kebangsaan RSPI Pastikan Tak Ada Diskriminasi Layanan BPJS Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Perluas Layanan, Tak Hanya Layani Penyakit Infeksi Erdogan Desak Sekutu NATO Cabut Pembatasan Industri Pertahanan