Rusia Coba Retas Sistem Starlink demi Cegat Drone Ukraina

Rabu, 08/07/2026 20:26 WIB

Zaporizhzhia, Jurnas.com - Pasukan Rusia dilaporkan tengah berupaya keras untuk menangkal serangan drone jarak menengah Ukraina, dengan cara menyamarkan kargo pasokan dan memasang sistem pengacak sinyal (jamming) kuat demi melumpuhkan jaringan internet satelit Starlink milik Elon Musk.

Pengembangan drone serang jarak menengah oleh Kyiv yang mampu menghantam target puluhan kilometer di belakang garis depan secara presisi dan murah, telah mengubah wajah peperangan di Ukraina. Apalagi, pesawat tak berawak ini sering kali dioperasikan menggunakan koneksi Starlink.

Melalui kampanye serangan jarak menengah yang intensif tahun ini, Ukraina sukses menggempur jalur pasokan, fasilitas penyimpanan bahan bakar, instalasi pertahanan udara, hingga pusat komando. Rangkaian serangan ini melumpuhkan logistik militer Rusia dan memicu krisis bahan bakar di wilayah Krimea yang mereka duduki.

Namun, Rusia mengembangkan berbagai metode untuk menangkal serangan-serangan tak terduga tersebut. Hal ini disampaikan oleh empat komandan dan pilot drone Resimen Sistem Tak Berawak ke-422 Ukraina di wilayah selatan Zaporizhzhia, dalam kunjungan tim Reuters.

Metode yang digunakan Rusia untuk melindungi pasokan bahan bakar dan perlengkapan militer mereka sangat bervariasi, mulai dari menyembunyikan kargo di dalam kendaraan sipil, hingga menggunakan perangkat pengacak elektronik canggih guna memutus koneksi yang dipakai oleh para pilot drone.

Perangkat jamming tersebut telah dipasang oleh Rusia di sekitar area kota dan fasilitas militer. Beberapa di antaranya bahkan diklaim mampu merusak jaringan Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX milik Musk.

Sebagian besar misi serangan jarak menengah Ukraina diterbangkan dengan memanfaatkan Starlink, yang memungkinkan pilot untuk berkomunikasi dengan drone secara jarak jauh dan sebelumnya dianggap kebal terhadap peretasan.

Penasihat Kementerian Pertahanan Ukraina, Serhii Beskrestnov, mengungkapkan bahwa Rusia menyiagakan sistem jamming bernama Volna Kupol Garant. Sistem ini memancarkan sinyal yang cukup kuat untuk mengguncang koneksi Starlink dalam radius sekitar 20 kilometer persegi (7,7 mil persegi). Dia menambahkan bahwa sejauh ini sekitar 10 sistem semacam itu telah terdeteksi.

Meskipun demikian, sistem pengacak itu sendiri justru menjadi target utama bagi kru drone Ukraina yang berambisi menyingkirkan segala penghalang di jalur udara mereka.

Resimen ke-422 terlibat dalam operasi untuk menghancurkan dua sistem tersebut. Salah satunya berhasil digempur hanya beberapa jam setelah terdeteksi dalam misi gabungan bersama badan keamanan SBU.

Sebuah rekaman video dari salah satu operasi memperlihatkan ledakan dahsyat saat sebuah drone menghantam lokasi yang berisi enam kotak besar menyerupai trailer.

TERKINI
Legislator PKS: Program Kemah Bela Negara Perkuat Semangat Kebangsaan Erdogan Desak Sekutu NATO Cabut Pembatasan Industri Pertahanan Polisi Sita Dolar AS dan Singapura dari Cafe di Cipete 2 dari 5 Warga Inggris Anggap Orang Islam Tak Bisa Berbaur