Rabu, 08/07/2026 06:19 WIB
JAKARTA, Jurnas.com – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam hterus harus terus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani saat pembukaan Muktamar XXIII Al Jam`iyatul Washliyah (Al Washliyah) pada Selasa malam (7/7/2026) di Asrama Haji (Wisma Haji) Pondok Gede, Jakarta Timur.
Perhelatan akbar organisasi Islam yang berdiri sejak 1930 ini dihadiri oleh ribuan kader, pengurus wilayah, daerah, serta peninjau dari berbagai pelosok tanah air.
Dalam sambutannya, Ahmad Muzani juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi historis Al Washliyah dalam mengawal pendidikan, dakwah, dan sosial di Indonesia.
Didik J. Rachbini: Ekosistem dan Kebijakan Pendidikan Membunuh PTS
Studi Ungkap Mikroplastik Perparah Pemanasan Bumi Setara 200 PLTU Batu Bara
Kemenhaj Usul BPIH 2027 Naik Jadi Rp107,34 Juta Per Orang
"Al Washliyah telah membuktikan diri sebagai pilar strategis dalam menjaga moral bangsa dan memperkokoh persatuan nasional,” ujarnya.
“Muktamar ke-23 ini harus menjadi momentum melahirkan gagasan besar untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks," pungkasnya.