Selasa, 07/07/2026 20:50 WIB
Ankara, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan niatnya untuk menghapus sanksi terhadap Turki, sekaligus meninjau kembali rencana penjualan jet tempur F-35 ke Ankara.
Rencana tersebut diungkapkan Trump saat mengawali pertemuan dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO pada Selasa (7/7).
"Kita akan mencabut sanksi-sanksi tersebut," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai langkah-langkah pembatasan yang diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Penentang Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA).
Pada 2020 silam, pemerintah AS secara resmi memberlakukan sanksi CAATSA kepada Turki sebagai respons atas pengadaan sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.
Israel Beli Jet Tempur Siluman F-35 Senilai Rp 45 Triliun
Biden Umumkan Bala Bantuan Militer AS di Seluruh Eropa
Erdogan: Pengadaan S-400 Rusia sudah Bulat
Tak hanya itu, Washington juga mendepak Ankara dari keikutsertaannya dalam program jet tempur F-35, sebuah keputusan yang dikecam Turki sebagai tindakan ilegal dan tidak berdasar.
Menurut dua sumber yang memahami situasi tersebut, Trump diperkirakan bakal menyokong potensi penjualan armada F-35 selama lawatannya ke Ankara.
Meski begitu, sejumlah rintangan dari segi perundang-undangan serta persetujuan Kongres AS masih belum sepenuhnya terselesaikan hingga saat ini.
"Itu adalah keputusan yang akan kita buat," ujar Trump. Dia menambahkan bahwa pertemuannya dengan Erdogan akan turut mendiskusikan urusan perdagangan antar kedua negara.
Diketahui, polemik pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia berakar dari keputusan Turki yang beralih ke Moskow setelah negosiasi pengadaan sistem Patriot dengan AS menemui jalan buntu.
Kesepakatan dengan Rusia tersebut mulai direalisasikan saat komponen pertama S-400 mendarat di Turki pada pertengahan 2019, yang langsung memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi antara Ankara dan sekutu NATO-nya.
Pemerintah AS beserta sekutu Barat menentang keras akuisisi tersebut karena radar canggih S-400 buatan Rusia dinilai tidak kompatibel dengan infrastruktur militer aliansi dan berpotensi meretas kerahasiaan teknologi siluman F-35.
Penolakan Turki untuk membatalkan pembelian S-400 itulah yang pada akhirnya memaksa Washington untuk menjatuhkan sanksi CAATSA, serta mengeluarkan Ankara dari program produksi dan pembelian F-35.