Minggu, 05/07/2026 19:16 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan penguatan talenta digital menjadi faktor utama dalam menentukan posisi Indonesia di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengatakan bahwa pemerintah menilai kualitas sumber daya manusia menjadi penentu dalam menghadapi perubahan struktur industri digital, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial dan transformasi ekosistem teknologi.
“Talenta digital menjadi faktor penentu. Dengan kemampuan manusia yang kuat, kita bisa mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan daya saing,” kata Nezar Patria dalam keterangan resmi situs Komdigi, Minggu (5/7/2026).
Wamen Nezar menjelaskan perkembangan teknologi digital saat ini ditandai oleh kompetisi global yang sangat cepat, termasuk pada lapisan infrastruktur komputasi dan kecerdasan artifisial.
Wamen Komdigi: Tiga dari Lima Anak Palsukan Usia untuk Akses Media Sosial
Wamenkomdigi: Pengembangan AI Harus Lindungi Publik dan Demokrasi
Setjen DPR: Digitalisasi Kunci Pengembangan Koperasi Pegawai DPR RI
Dalam konteks tersebut, Indonesia masih memiliki tantangan dalam memperkuat posisi pada rantai pasok teknologi global. Menurutnya, penguatan talenta digital menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi perubahan tersebut.
“Indonesia harus keluar dari posisi hanya sebagai pengguna teknologi. Kita perlu masuk ke proses penciptaan, bukan hanya pemakaian,” kata Wamen Nezar Patria.
Ia juga menekankan arti penting kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta digital. Kampus dinilai menjadi pintu masuk strategis untuk membangun ekosistem inovasi yang terhubung dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah.
Ia menyampaikan Kementerian Komdigi saat ini menjalankan program penguatan talenta digital melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk AI Talent Factory yang dilaksanakan di sejumlah kampus di dalam dan luar Jawa.
Program ini diarahkan untuk memperluas akses pengembangan kompetensi digital secara lebih merata.
“Kampus menjadi pintu masuk untuk membangun talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” ujar Wamen Nezar Patria.
Ia juga menekankan bahwa penguatan talenta digital tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga pemahaman terhadap dinamika global, termasuk aspek geopolitik teknologi dan perubahan struktur ekonomi digital yang berlangsung cepat.
Melalui pendekatan tersebut, Kemkomdigi menempatkan pengembangan talenta digital sebagai bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi global yang terus berkembang.