Peternak Keluhkan Harga Pakan, BUMN Salurkan 5.000 Ton SBM

Rabu, 19/08/2026 21:48 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Jeritan peternak rakyat terkait mahalnya harga pakan akhirnya dijawab negara, Pemerintah melalui BUMN resmi hadir dengan langkah konkret.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Koperasi Produsen Usaha LPER untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan Soybean Meal (SBM) bagi peternak rakyat.

Dalam MoU tahap awal ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk merealisasikan penyaluran SBM sebanyak 5.000 ton untuk memenuhi kebutuhan anggota peternak rakyat binaan Koperasi LPER.

MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Koperasi Produsen Usaha LPER, H. Mulyadi Atma, dan Direktur Utama PT Berdikari, Bapak Maryadi.

Penandatanganan turut dihadiri oleh Direktur Operasional PT Berdikari, Bapak Agung Aulia, beserta jajaran PT Berdikari dan perwakilan Koperasi LPER.

Koperasi Produsen Usaha LPER merupakan koperasi yang beranggotakan 5.012 peternak ayam layer dan broiler mandiri yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia, dengan total populasi ayam ras broiler dan layer mencapai sekitar 25 juta ekor.

Dengan basis anggota dan populasi tersebut, LPER memiliki posisi strategis sebagai wadah konsolidasi kebutuhan pakan sekaligus penggerak ekosistem peternakan rakyat berbasis koperasi.

Ketua Umum Koperasi LPER menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan angin segar bagi peternak.

Selama ini, sekitar 70% biaya produksi peternakan terserap untuk kebutuhan pakan.

Dengan adanya pasokan SBM melalui BUMN, rantai pasok dapat dipangkas sehingga diharapkan harga bahan baku pakan menjadi lebih stabil.

"Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di tahap awal ini, kami optimistis harga pokok produksi telur dan ayam dapat ditekan sehingga peternak bisa kembali tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Pihak BUMN menegaskan komitmennya untuk mendukung pemenuhan bahan baku pakan sekaligus membangun ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis koperasi.

Kerja sama ini diproyeksikan memberikan dampak langsung kepada peternak anggota LPER.

Dengan penguatan rantai pasok melalui koperasi, peternak dapat memperoleh akses bahan baku pakan secara lebih terjamin dan efisien, tanpa ketergantungan yang tinggi terhadap rantai distribusi yang panjang.

Ketersediaan bahan baku pakan yang lebih terjamin diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas telur dan ayam ras sekaligus menekan biaya produksi peternak.

Melalui MoU ini, Koperasi LPER menjadi pusat konsolidasi kebutuhan dan distribusi SBM bagi anggota peternak, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun model ekosistem peternakan rakyat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Direktur BUMN terkait menyatakan, "Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan."

Dengan adanya MoU ini, tuntutan peternak rakyat terkait akses bahan baku pakan yang terjangkau dan berkelanjutan menemukan titik terang. Negara hadir, BUMN bergerak, dan Koperasi LPER menjadi garda terdepan dalam memperkuat kesejahteraan peternak rakyat.

TERKINI
Peternak Keluhkan Harga Pakan, BUMN Salurkan 5.000 Ton SBM Tantowi Yahya bersama Thomsell Band Bawa Misi Budaya ke-3 Negara di Eropa KPK Tahan Eks Pejabat Pajak Tersangka Penerimaan Gratifikasi Bertemu Parlemen Iran, Irak Minta Status Khusus Ekspor Minyak di Hormuz