Rabu, 01/07/2026 22:50 WIB
Moskow, Jurnas.com - Kazakhstan menyetujui penjualan 50.000 metrik ton bensin ke Rusia pada Juli dan Agustus, sebagai bentuk bantuan kemanusiaan.
Rusia dilanda krisis bahan bakar yang menimbulkan antrean panjang di stasiun pengisian. Situasi ini juga memicu kenaikan harga bensin dan solar selama beberapa pekan terakhir, pasca Ukraina menyerang infrastruktur energi Rusia, termasuk kilang minyak.
Sumber yang dikutip Reuters pada Rabu (1/7) menyebut bahwa Rusia mulai mengimpor bensin dari India, mengingat konsumsi bensin Moskow sebesar 110.000 ton per hari pada musim panas, dan tingginya permintaan bahan bakar.
Sejumlah sumber anonim juga mengatakan bahwa kilang Pablodar dan Kondensat di Kazakhstan akan memasok bensin Ai-95 dan Ai-92.
Rusia Bantah Paksa Belarus Perluas Konflik di Ukraina
Rusia-Ukraina Saling Serang saat Zelensky Bertemu Trump
Drone Ukraina Serang Fasilitas Minyak Rusia, Satu Orang Tewas
Sementara itu, Kementerian Energi Kazakhstan mengaku belum menerima permintaan resmi dari Rusia tentang pasokan bahan bakar sebagai bantuan kemanusiaan.
Pada saat yang sama, pemerintah Kazakhstan tidak mengesampingkan pasokan dari pabrik Kondensat, yang mengolah nafta yang dipasok oleh perusahaan minyak besar Rusia, Tatneft.
"Kemungkinan memasok bensin yang diproduksi oleh Kondensat LLP ke Rusia dalam waktu dekat akan bergantung pada tingkat ketersediaan produk minyak bumi di pasar domestik Kazakhstan," demikian keterangan pemerintah Kazakhstan.
"Jika pasokan tersebut dilakukan, bensin akan diproduksi menggunakan bahan baku yang dipasok oleh Tatneft Rusia," kementerian menambahkan.