Senin, 22/06/2026 19:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah persoalan utama yang memengaruhi operasional pembangkit listrik, menyusul terjadinya pedaman bergilir di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Menteri ESDM Bahlil mengatakan pembahasan terhadap persoalan tersebut dilakukan bersama jajaran PT PLN (Persero) dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6).
"Kami tadi membahas tentang keberlangsungan stabilitas pelayanan pemerintah, pelayanan PLN kepada masyarakat khususnya terkait dengan listrik," ujar Bahlil.
Menurutnya, terdapat beberapa isu utama yang menjadi perhatian pemerintah dan PLN. Pertama, masalah yang berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).
ESDM Segera Bentuk Timsus Awasi Pengadaan Batu Bara PLN
Ketua DPR Minta PLN Buka Akar Masalah Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
PLN Diminta Perkuat Mitigasi dan Transparansi Informasi Pemadaman Listrik
Kedua, pemenuhan kebutuhan batu bara berkalori menengah atau medium yang dibutuhkan untuk proses pencampuran (blending) bahan bakar pembangkit.
Bahlil menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Sedangkan penugasan pasokan batu bara yang diberikan Kementerian ESDM kepada perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan PLN mencapai sekitar 180 juta hingga 190 juta ton per tahun.
"Yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton. Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun, sekarang kan baru bulan enam, itu harusnya no issue," katanya menjelaskan.
Namun, persoalan yang dihadapi PLN bukan terletak pada volume pasokan batu bara, melainkan pada ketersediaan batu bara dengan spesifikasi kalori medium yang dibutuhkan untuk operasional pembangkit.
Pemerintah, kata Bahlil, telah mengambil langkah untuk membantu PLN memenuhi kebutuhan tersebut sehingga pasokan energi bagi pembangkit tetap terjaga.
Selain itu, Bahlil juga meminta PLN mempercepat pelaksanaan pemeliharaan (maintenance) fasilitas kelistrikan guna meningkatkan keandalan sistem dan mencegah terulangnya gangguan layanan.
"Kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat," kata Bahlil. (Ant)