Sabtu, 20/06/2026 16:01 WIB
Jakarta, Jurnas.co - Wakil Presiden AS J.D Vance mengatakana bahwa tindakan militer terhadap Iran masih menjadi pilihan bagi AS.
"Tindakan militer tambahan selalu menjadi salah satu opsi. Kami selalu bisa melakukannya," kata Vance dalam wawancara dengan CBN News yang dirilis pada Jumat (19/6).
Dia menambahkan AS akan mempertimbangkan tindakan tersebut jika Iran tidak mengubah sikapnya.
Pada Minggu (14/6), Iran dan AS mengonfirmasi bahwa penyusunan nota kesepahaman telah selesai.
Utusan Khusus AS Berangkat ke Swiss untuk Berunding dengan Iran
Iran Bebaskan Biaya Melintas di Selat Hormuz 60 Hari
Kelanjutan Perundingan Iran-AS Dikabarkan Batal
Kemudian, Kamis dini hari (18/6), kedua negara menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh untuk menjamin berakhirnya konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Draf kesepahaman itu memberi waktu bagi Iran dan AS selama 60 hari untuk menegosiasikan kesepakatan akhir terkait isu nuklir Iran dan sanksi AS.
Selain itu, memorandum tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti